JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Persis Solo Segera Negosiasi Pemain Rekomendasi

Persis Solo Segera Negosiasi Pemain Rekomendasi

258
BAGIKAN
Pemain Persis Solo Andrid Wibowo dihadangan pemain PSIS Semarang Fauzan pada pertandingan ujicoba menghadapi Divisi Utama 2015, Minggu (15/02/2015) di Stadion Manahan Solo. Foto: Maksum N F
Pemain Persis Solo Andrid Wibowo dihadangan pemain PSIS Semarang Fauzan pada pertandingan ujicoba menghadapi Divisi Utama 2015, Minggu (15/02/2015) di Stadion Manahan Solo. Foto: Maksum N F

SOLO – Negosiasi kontrak segera dilakukan Persis Solo menyusul terbentuknya susunan manajemen yang akan memegang tim pada kompetisi Divisi Utama dan Piala Indonesia 2015.

Langkah yang terbilang terlambat dibanding tim-tim lain ini dilakukan agar para pemain lebih nyaman dalam berlatih. Tanda tangan kontrak akan dilakukan setelah Laskar Sambernyawa berbadan hukum.

Dikatakan Ketua Umum Persis Solo Paulus Haryoto, langkah menegosiasi para pemain yang direkomendasikan pelatih sebenarnya akan dilakukan pekan lalu. Namun karena susunan manajemen baru terbentuk pekan ini, langkah negosiasi baru bisa dilakukan mulai Senin (16/2/2015).

Meski mulai bekerja, dirinya enggan mengumumkan siapa-siapa saja yang duduk di kursi manajemen karena menunggu proses badan hukum Persis Solo ke notaris rampung.

“Istilahnya mulai pekan depan mereka kerja dulu. Agar pemain yang saat ini ada di tim merasa nyaman karena sudah ada pembicaraan kontrak. Tentang pengumuman siapa-siapa saja yang duduk di manajemen menunggu badan hukum selesai. Paling tidak satu atau dua pekan ini sudah jadi. Sekalian nanti tanda tangan kontrak pemain,” terang Paulus Haryoto saat ditemui di Stadion Manahan Solo, Minggu (15/2/2015) sore.

Masalah pembentukan manajemen memang jadi tanda tanya bagi Laskar Sambernyawa. Bahkan dalam laga Persis Solo lawan PSIS Semarang, sekitar seratusan Pasoepati memilih berada di area parkir selatan sebagai bentuk protes pembentukan badan hukum yang tak kunjung selesai.

Atas hal tersebut, Paulus meminta pada para suporter untuk sabar. Dia mengatakan pembentukan badan hukum tak bisa dilakukan dengan cepat karena prosesnya cukup panjang. Bila dilakukan dengan tenggat waktu mepet, pihaknya takut badan hukum hanya akan asal-asalan.

“Ini badan hukum yang serius. Jadi prosesnya tidak bisa secepat yang teman-teman Pasoepati inginkan. Jadi harus sedikit bersabar untuk menunggu proses badan hukum benar-benar rampung,” tuturnya.

Meski sebelumnya sempat ada wacana boikot yang berhembus di media sosial, ternyata jumlah penonton yang memenuhi tribun stadion cukup banyak. Dari belasan ribu riket yang terjual, pendapatan Panitia Pelaksana (Panpel) Persis Solo yang sementara dipegang Asosiasi Kota (Askot) PSSI Solo mencapai Rp 242.485.000.

“Sekali lagi saya minta teman-teman suporter untuk memahami proses badan hukum ini. Pekan depan, negosiasi jalan dan proses badan hukum juga jalan. Jadi dilakukan berbarengan agar pembentukan tim tak terganggu,” ucapnya.

Nofik Lukman Hakim