JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Persis Solo vs PSIS Semarang : Mental Jadi Penentu Hasil Akhir

Persis Solo vs PSIS Semarang : Mental Jadi Penentu Hasil Akhir

362
BAGIKAN
Ainudin Devira (kiri) mengikuti latihan sekaligus seleksi Persis Solo, Jumat (30/01/2015) di Stadion Sriwedari Solo_Foto_Maksum N F
Para pemain saat berlatih di Stadion Sriwedari Solo, beberapa waktu lalu. Foto : Maksum NF

SOLO – Berstatus pertandingan uji coba tak membuat Persis Solo dan PSIS Semarang tak serius menatap pertandingan di Stadion Manahan Solo, Minggu (15/2/2015) sore.

Mempertahankan gengsi sebagai tim terbaik Jawa Tengah, duel dua tim yang musim lalu bersaing ketat di kompetisi Divisi Utama ini diprediksi berjalan sengit.

Persis Solo sebagai tuan rumah tentu tak mau melepaskan partai perdana menghadapi tim profesional. Meski bongkar pasang skuad utama masih dilakukan, Laskar Sambernyawa sudah mempersiapkan tim inti untuk bertarung selama 90 menit.

Pelatih Persis Solo Aris Budi Sulistyo mengatakan formasi 4-4-2 akan jadi andalan untuk merealisasikan target meraih kemenangan. Dengan menumpuk banyak pemain di lini tengah, dirinya berharap timnya bisa mendominasi permainan.

“Strategi sudah saya terapkan dalam latihan. Pemain cukup mengerti apa yang saya inginkan. Terutama kinerja para pemain tengah untuk mematahkan dominasi pemain PSIS. Saya ingin anak-anak tampil percaya diri dengan berani bermain satu dua sentuhan, seperti apa yang dijalankan pada sesi latihan,” terang Aris Budi Sulistyo usai memimpin latihan di Lapangan Lanud Adi Soemarmo, Colomadu, Karanganyar, Sabtu (14/2/2015) pagi.

Bola datar memang terus ditekankan mantan pelatih Persik Kediri tersebut. Menurutnya, dengan berani bermain dari kaki ke kaki, hal itu sangat bagus untuk membangun percaya diri para pemain.

Kondisi akan berbeda bila para pemain lebih condong menggunakan umpan panjang. Selain mudah diputuskan pertahanan lawan, kinerja lini tengah menjadi tak maksimal.

“Kalau Barcelona punya tiki-taka, Persis Solo punya teka-teki. Jadi banyak umpan-umpan pendek, bangun serangan dengan skema dari belakang. Sesekali bisa umpan panjang jika ada peluang untuk serangan balik. Kalau itu dijalankan, saya yakin pemain PSIS akan kerepotan,” jelas Aris Budi.

Namun strategi jadi faktor kesekian yang menentukan pemenang laga tersebut. Aris mengatakan mental jadi masalah utama yang harus diatasi para pemain. Bila para pemain punya mental kuat untuk menghadapi laga sengit, Aris yakin anak asuhnya akan meraih kemenangan.

“Kalau mental para pemain kuat, faktor fisik yang belum maksimal saya kira bisa diatasi. Untuk pemain lama saya percaya mereka bisa mengatasi tekanan pertandingan maupun percaya diri bermain dihadapan ribuan Pasoepati. Tapi untuk pemain baru, ini jadi pengalaman pertama mereka. Saya harap mereka bisa mengatasi itu,” harap Aris.

Nofik Lukman Hakim