JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Perwira Polisi Dianiaya, TNI: Mereka Seperti Orang Mabuk, Membentak dan Mengacungkan Pistol

Perwira Polisi Dianiaya, TNI: Mereka Seperti Orang Mabuk, Membentak dan Mengacungkan Pistol

432
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

JAKARTA – Kadispen TNI AL Laksma Manahan Simorangkir punya penjelasan soal kasus penganiayaan dua perwira Polri saat ada razia gabungan antara POM TNI AL dan Provost Polri di Bengkel Cafe di SCBD, Jakarta, Jumat (6/2/2015) dini hari.

Menurut Manahan, Kompol Teuku Arsya Khadafi dan Kompol Budi Hermanto membentak dan mengacungkan pistol saat hendak diperiksa. Saat itu POM TNI AL dan Provost Polri melakukan razia gabungan atas perintah Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko.

“Mereka seperti orang mabuk karena mereka seolah-olah tidak peduli dengan situasi. Kalau normal kan bisa tahu ada operasi dan koordinasi sama kita,” kata Manahan saat dihubungi via telepon, Minggu (8/2/2015).

Saat hendak diperiksa, dua perwira Polri itu tak mau menunjukkan identitas. Setelah ditangkap, mereka baru mengaku sebagai anggota Polri.

“Setelah ditangkap, mereka baru bilang Polri. Kita sempat ajukan saran untuk tes urine tapi mereka nggak mau. Kita ada kok bukti-bukti, foto lengkap,” ucap Manahan. Menurutnya, selain dua perwira itu, ada juga orang-orang lain yang dijaring petugas gabungan.

“Nggak apa-apa kalau memang tugas, tapi kenapa nggak ngaku. Mereka laporannya cuma berdua, kalau kita ada 48 orang karena memang lagi operasi. Ada dari Propam juga, kita memang lagi penegakan ketertibakan gabungan,” ujar Manahan.

Manahan membenarkan adanya pemukulan terhadap dua perwira polisi itu. Namun hal tersebut terpaksa dilakukan karena petugas razia gabungan membela diri. “Pemukulan membela diri karena mereka mengacungkan pistol. Mereka membentak saat diperiksa, dan mengacungkan pistol sehingga petugas membela diri. Akhirnya diamankan. Lalu dilaksanakan koordinasi dengan Polri dan diserahkan ke kesatuannya. Saya ingin meluruskan, nggak ada kok kita gimana-gimana sama Polri. Orang kita langsung koordinasi dengan Polri,” imbuh Manahan.

Elza Astari Retaduari | Detik