JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Pesta Sabu Bersama Dua Rekan Pria, Istri Pejabat Lamongan Ditangkap Polisi

Pesta Sabu Bersama Dua Rekan Pria, Istri Pejabat Lamongan Ditangkap Polisi

433
BAGIKAN
ilustrasi | dailylife.co.au
ilustrasi | dailylife.co.au

LAMONGAN– Polisi mengamankan seorang wanita yang diketahui adalah istri seorang pejabat di Lamongan sedang berpesta sabu di sebuah gudang bersama dua orang lain.

Dari informasi yang dihimpun, Senin (2/2/2015), perempuan tersebut adalah Yuni Setyowati (36), warga Desa Pakis, Kecamatan Plumpang, Tuban. Sedangkan dua rekan nyabunya adalah Eko Tomaji (38) warga Tanggulrejo, Babat dan Chonik Mashuri (37) warga Baureno, Bojonegoro.

Mereka diamankan petugas ketika sedang asyik berpesta sabu di sebuah gudang bekas gudang rokok yang ada di kawasan Desa Kalen, Kecamatan Kedungpring, Lamongan.

Kapolres Lamongan AKBP Trisno Rahmadi kepada wartawan mengatakan, mereka bertiga ditangkap petugas ketika sedang berpesta sabu di sebuah gudang bekas. Pihaknya, kata Trisno, sudah mendapatkan laporan masyarakat kalau di gudang bekas tersebut sering digunakan untuk pesta sabu yang kemudian ditindaklanjuti oleh polisi.

“Kami mendapat laporan masyarakat yang kemudian kami tindaklanjuti,” katanya.

Ketika ditangkap, kata Trisno, mereka bertiga sudah hampir selesai pesta sehingga di gudang tersebut polisi hanya mendapati alat hisap dan sisa sabu yang sudah mereka gunakan.

Setelah menangkap tiga orang di gudang ini, kata Trisno, pihaknya kemudian mendalami kasus ini sehingga menangkap lagi satu orang yang diduga adalah pengedar sabu-sabu yang dipakai berpesta, yaitu Sentot Marjono (53) warga Tanggulrejo, Babat.”Dari tangan SM ini kami menyita alat hisab dan juga sabu-sabu,” terangnya.

Sampai saat ini, sang istri pejabat Lamongan bersama 3 orang tersebut masih dimintai keterangan di Polres Lamongan. Sang istri pejabat ini bahkan sempat pingsan dalam gelar perkara yang dilakukan oleh polisi sehingga membuat petugas kepolisian sempat kebingungan.

Saat ini, ke 4 orang ini dimintai keterangan di Polres Lamongan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Apabila terbukti, kata Trisno, mereka akan dikenai pasal 112 ayat 1 dan atau 127 UU nomor 35 tahun 2001 dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

detikNews|Eko Sudjarwo