JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Petugas Waspadai Peredaran Coklat Berbonus Kondom di Karanganyar

Petugas Waspadai Peredaran Coklat Berbonus Kondom di Karanganyar

364
BAGIKAN
SIDAK COKLAT – Petugas Disperindagkop UMKM tengah melakukan sidak untuk memastikan keberadaan coklat bonus kondom. Hasil sidak tersebut nihil
SIDAK COKLAT – Petugas Disperindagkop UMKM tengah melakukan sidak untuk memastikan keberadaan coklat bonus kondom. Hasil sidak tersebut nihil

KARANGANYAR – Jelang perayaan hari valentine, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop UMKM) Karanganyar melakukan sidak peredaran coklat berbonus kondom di sejumlah toko modern dan toko makanan, secara serentak di Karanganyar Kota, Matesih, Ngargoyoso dan Tawangmangu, Rabu (11/2/2015).

Dari penyisiran tersebut, petugas tak mendapati temuan coklat yang disisipi alat kontrasepsi tersebut. Meski demikian, petugas Disperindagkop UMKM tetap memberikan himbauan agar kepada pemilik toko untuk tidak menjual barang tersebut. Pasalnya, meski hari valentine identik dengan ungkapan kasih sayang, namun penjualan barang itu tak sesuai dengan etika dan moral.

Kabid Perdagangan Disperindagkop, Liliyani Sulisyandari mengatakan, sidak tersebut dilakukan tak lepas dari adanya informasi, bahwa di kota lain terdapat temuan penjualan coklat bonus kondom.

“Dari informasi yang beresar, di salah satu kota ada temuan coklat berbonus kondom. Maka kami antisipasi dengan sidak ke sejumlah toko,” ungkapnya.

Penjualan coklat bonus kondom yang terjadi di kota lain, muncul seiring dengan momen menjelang hari kasih sayang. Untuk itu, petugas wajib lebih jeli untuk mengamati paket penjualan cokelat selama momen valentine.

“Jika ada promo khusus valentine, kita lihat apakah isi promo itu. Kita cek apakah kemasan tersebut menyembunyikan kondom di dalamnya. Ini yang harus kita waspadai,” ujar Liliyani.

 Menurutnya, penjualan paket cokelat berbonus kondom merupakan pelanggaran etika perlindungan konsumen. Pasalnya, coklat yang lazimnya merupakan makanan kesukaan anak-anak, tak seharusnya dijual beserta kondom.

 “Kalau tidak kita antisipasi, maka barang tersebut bisa terjual bebas,” sebut Liliyani.

 Petugas yang menyisir sejumlah etalase berbagai jenis coklat, kemudian memastikan jenis paket coklat khusus yang disediakan. Sejumlah penjaga toko pun mengaku coklat khusus valentine yang dijual tak ada satupun yang menyertakan bonus alat kontrasepsi.

“Tidak pernah ada promo semacam itu. Kita memang juga menjual alat kontrasepsi itu. Namun, hanya kepada konsumen yang sewajarnya membeli itu saja,” ucap Devi, salah seorang penjaga toko modern.

Putradi Pamungkas