JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Pilkada Boyolali, PAN Ajak PKB dan Demokrat Berkoalisi

Pilkada Boyolali, PAN Ajak PKB dan Demokrat Berkoalisi

301
BAGIKAN
Ilustrasi
Ilustrasi

BOYOLALI – Dinamika menjelang Pilkada di Boyolali mulai menghangat. Sejumlah partai politik (Parpol) mulai merapatkan barisan mengerucut kepada koalisi sementara, di antaranya PAN, PKB, dan Demokrat. Secara realistis, mereka memperebutkan tiket wakil bupati (Wabup).  Di sisi lain, kongsi koalisi pusat dimungkinkan tidak berjalan di daerah.

Mustofa Safawi, juru bicara DPD PAN Boyolali menyatakan, pihaknya sudah menjalin kesepakatan dengan dua partai di atas. Hal ini merupakan lanjutan dari hubungan ketiga Parpol dalam gabungan fraksi di DPRD Boyolali.
“Kami sudah bicara untuk tetap satu wadah,” ungkap Mustofa, Rabu (25/2).
Selain itu dari hasil rapat harian DPD PAN, Mustofa menyatakan pihaknya memiliki posisi cukup strategis dalam Pilkada Boyolali. Sehingga PAN menghendaki mengusungkan calonnya sendiri. Meski secara realistis posisi tersebut yakni wakil bupati (Wabup). Tapi menurut dia, tidak menutup kemungkinan tetap mengusung calon bupati (Cabup).
Terkait ini sudah ada dua nama internal yang muncul, yakni Adha Nur Mujtahid (ketua DPD PAN Boyolali) dan Mulyanto (anggota DPRD Boyolali).  Selain itu juga ada sejumlah kalangan eksternal partai yang berminat maju melalui PAN. Meski tidak menyebut nama, menurut Mustofa salah satunya yakni pengusaha percetakan di Solo kelahiran Boyolali.
“Dari internal sudah ada nama, tetapi kami juga terus membuka komunikasi secara luas,” jelas Mustofa yang juga anggota penjaringan DPD PAN.
Mengenai koalisi, kuat kemungkinan PAN menurut dia merapat ke PDIP, yang dinilai memiliki posisi kuat di Boyolali. Hal ini menurut Mustofa cukup realistis, mengingat pihaknya memprediksi hanya dua calon yang akan maju dalam Pilkada nanti dari kalangan partai.
Menurut Mustofa pilihan merapat ke PDIP sangat realistis. Mengingat dinamika politik di Boyolali, hanya Golkar yang memiliki kursi di DPRD terbesar kedua. Sementara untuk bergabung bersama Golkar kansnya terpengaruh duailisme di internal Golkar di pusat. Sementara hingga saat ini menurut dia juga belum ada komunikasi dengan Gerindra.
“Intinya secara realistis ikut yang kuat, kalau tidak yang ngadek dewe (berdiri sendiri),” tegas Mustofa.
Terpisah, Muhajirin, Ketua DPC PKB saat dihubungi tidak menolak berkoalisi dengan PAN dan Demokrat. “Insyallah,” kata dia singkat. Sedangkan Bapilu DPD PKS, Tugiman, menyatakan juga akan mengusung calon internalnya sendiri dalam Pilkada, sekalipun harus berkoalisi.
Terpisah, Ketua PDIP Boyolali, S Paryanto menegaskan sejauh ini belum ada komunikasi dengan partai lain. Meski PDIP bisa mandiri mengusung calon, namun menurut dia masih sangat terbuka untuk koalisi dengan partai lain.
Sedangkan menurut Agus Ali Rosidi, tim penjaringan Partai Golkar menyatakan saat ini masih terlalu dini menyatakan koalisi. Saat ini menurut dia, masing-masing partai masih berkonsentrasi pada penjaringan kandidat yang akan diusung.
“Jadi masih premature (koalisi), masih fokus penjaringan dulu,” imbuh dia.
Ario Bhawono