JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Pilkada Solo, Anung Cari Kendaraan Politik Lain Selain PDIP

Pilkada Solo, Anung Cari Kendaraan Politik Lain Selain PDIP

260
BAGIKAN
Ilustrasi
Ilustrasi

SOLO KepalaBadan Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Bapermas P3AKB) Solo, Anung Indro Susanto menyatakan mundur dari pencalonannya sebagai bakal calon walikota dari PDIP. Dirinya mengaku sudah melakukan komunikasi dengan parpol lain dan siap dipinang sebagai calon walikota.

Di ruang kerjanya, Anung menceritakan pengunduran dirinya dari pencalonan lantaran sisi administrasi. Tepatnya, PDIP mensyaratkan Kartu Tanda Anggota (KTA) dan hal itu mengancam statusnya sebagai PNS. Pasalnya, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS melarang abdi negara untuk menjadi anggota salah satu partai politik.

“Saya tidak bisa melengkapi berkas-berkas. Saya juga harus masuk ke parpol dan melampirkan KTA. Ya agak berat karena ini kan konteksnya pilkada, bukan tahapan parpol,” katanya, Kamis (26/2/2015).

Lebih lanjut, Anung memikirkan nasibnya mendatang jika nantinya harus mengundurkan diri atau pensiun dini dari PNS. Di sisi lain, dirinya juga mengakui ini adalah tahapan awal di PDIP. “Untuk mendapatkan rekomendasi dari PDIP itu kan tidak mudah. Apalagi, pesaingnya adalah incumbunt(FX Hadi Rudyatmo, red). Pak Rudy kan orang yang paling kuat di PDIP,” ujarnya lagi.

Dengan pertimbangan tersebut, dirinya memutuskan untuk mundur dan mempertahankan status PNS-nya. Meski demikian, ia menyatakan sudah berkomunikasi dengan partai lain di Solo.  “Partai yang memiliki kursi (di DPRD). Jumlah partainya juga lebih dari satu,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Solo, Umar Hasyim saat dihubungi mengaku sudah berkomunikasi dengan Anung. Partainya, lanjut dia, terbuka dengan siapa pun.

Murniati