JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Pilot Air Asia Diberitakan Sempat Tingalkan Kursi, KNKT: Itu Informasi Ngawur

Pilot Air Asia Diberitakan Sempat Tingalkan Kursi, KNKT: Itu Informasi Ngawur

243
BAGIKAN

 

Pesawat Air Asia | ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Pesawat Air Asia | ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

JAKARTA – Reuters memberitakan Kapten pilot Air Asia QZ8501 sempat meninggalkan kursinya dan melakukan prosedur yang tidak lazim saat kopilot kehilangan kendali pesawat. Saat kapten pilot sudah kembali ke kursinya, sudah terlambat untuk menyelamatkan pesawat. Apa kata Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT)?

“Informasi yang ngawur itu,” kata Ketua Investigasi Air Asia QZ8501 Prof Mardjono Siswosuwarno melalui pesan singkat saat dikonfirmasi, apakah benar adanya informasi pilot memutus aliran listrik pada sistem komputer, yang ditulis Senin (2/2/2015) ini.

Sedangkan Ketua Subkomite Udara KNKT Masruri mengatakan informasi pilot memutus listrik pada sistem komputer itu tidak berdasar. “Kita nggak bisa bilang itu, yang jelas itu tidak berdasar data yang kami punya,” kata dia.

Soal kapten pilot yang sempat meninggalkan kursinya, ia juga membantahnya. “Tidak benar. Tidak ada itu. Kok bisa tahu (pilot meninggalkan kursi)? Kan nggak ada video, nggak kelihatan,’ ujarnya.

Ditanya apakah data Flight Data Recorder (FDR) tak menunjukkan adanya parameter yang mati dan Cockpit Voice Recorder (CVR) tidak menunjukkan adanya percakapan pilot meninggalkan kursi, Masuri bersikukuh tidak berdasar data yang dimiliki “Tanya saja sama sumber Reuters itu, apa dia punya ilmu kebatinan? Saya tidak tahu dari mana data itu. Mungkin pas kemarin presentasi ada pertanyaan yang belum terjawab, jadi dia analisis sendiri,” tutur Masruri.

Sebelumnya Reuters melaporkan hasil investigasi Air Asia dari narasumber anonim yang mengetahui investigasi tersebut, Sabtu (31/12/2015). Reuters juga melaporkan masalah perawatan pada Flight Augmentation Computer (FAC) dan cara pilot mencapainya menjadi inti dari investigasi. Reuters juga mengutip Bloomberg yang menyebutkan pilot me-reset FAC, kemudian menarik saklar pemutus tenaga listrik pada FAC. Setelah kapten pilot menarik sakral untuk memutus listrik ke FAC, kopilot kemudian menarik pesawat untuk naik dengan tajam dan menurut investigator, pesawat mengalami stall atau kehilangan daya angkat.

“Tampaknya dia (kopilot) terkejut atau dikejutkan oleh kondisi ini,” kata seorang yang mengetahui materi investigasi, merujuk pada keputusan kapten pilot memutus listrik pada sistem komputer.

Kapten pilot akhirnya kembali berusaha mengambil kontrol pesawat, namun kapten pilot tidak dalam posisi untuk melakukan intervensi segera untuk memulihkan pesawat yang upset. “Kopilot menarik pesawat ke atas, dan pada saat sang kapten kembali untuk mengambil kendali, itu sudah terlambat,” demikian ungkap sumber Reuters yang mengetahui isi investigasi.

Detik