JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Polda Jateng Ingin Realisasi Pendidikan Lalu Lintas di Sekolah

Polda Jateng Ingin Realisasi Pendidikan Lalu Lintas di Sekolah

391
BAGIKAN

 

KENAKAN ROMPI-Sejumlah siswa SMK N 2 Surakarta yang tergabung dalam Patroli Keamanan Sekolah (PKS) serentak mengenakan rompi lalu lintas yang merupakan pemberian Satlantas Polresta Surakarta di Aula sekolah setempat, Rabu (20/2). Penyerahan rompi tersebut sebagai tanda SMKN 2 Solo menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Joglosemar/Yuhan Perdana
KENAKAN ROMPI-Sejumlah siswa SMK N 2 Surakarta yang tergabung dalam Patroli Keamanan Sekolah (PKS) serentak mengenakan rompi lalu lintas yang merupakan pemberian Satlantas Polresta Surakarta di Aula sekolah setempat, Rabu (20/2). Penyerahan rompi tersebut sebagai tanda SMKN 2 Solo menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Joglosemar/Yuhan Perdana

SEMARANG  – Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah Komisaris Besar Istu Hari Winarto mengatakan penerapan mata pelajaran pendidikan lalu lintas di sekolah belum bisa direalisasikan sepenuhnya.

“Sudah ada nota kesepahaman antara Gubernur dan Kapolda, namun implementasinya belum jalan,” kata Istu di Semarang, Minggu (8/5/2015).

Menurut dia, selama ini mata pelajaran pendidikan berlalu lintas hanya sebatas diajarkan sebagai ekstra kurikuler.

Padahal, lanjut dia, pendidikan berlalu lintas ini cukup penting diajarkan sebagai mata pelajaran di sekolah.

“Kami bahkan sudah menyiapkan modulnya,” katanya.

Ia menuturkan jika kendala yang dihadapi berkaitan dengan tenaga pengajar, kepolisian siap membantu.

“Kami sudah siapkan anggota untuk jadi tenaga pengajar. Misalnya dinas pendidikan di kabupaten/ kota tinggal menghubungi Kasat Lantas di polres, kami akan kirim pengajar ke sekolah,” katanya.

Berkaitan dengan penganggaran untuk operasional para pengajar tersebut, menurut dia, bisa dari dinas pendidikan jika tersedia, jika tidak akan diambilkan dari operasional kepolisian.

Melalui pendidikan lalu lintas ini, kata dia, diharapkan pelanggaran yang dilakukan, terutama oleh pelajar, dapat ditekan.

“Harapannya, lima hingga sepuluh tahun ke depan bisa meminimalkan pelanggaran lalu lintas yang dilakukan anak sekolah,” ujarnya.

Antara | IC Senjaya