JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Polda Jawa Tengah Telusuri Kasus Molornya Pembangunan Pasar Ir Soekarno

Polda Jawa Tengah Telusuri Kasus Molornya Pembangunan Pasar Ir Soekarno

865
BAGIKAN
RAMAI – Rombongan pembeli tampak hilir mudik didepan Pasar Ir Soekarno, Minggu (8/2). Kasus mangkraknya pasar itu kini diselidiki Ditreskrimsus Plda Jawa Tengah.
RAMAI – Rombongan pembeli tampak hilir mudik didepan Pasar Ir Soekarno, Minggu (8/2). Kasus mangkraknya pasar itu kini diselidiki Ditreskrimsus Plda Jawa Tengah.

SUKOHARJO – Polda Jawa Tengah (Jateng) mulai menggeber pengusutan kasus dibalik mangkraknya mega proyek pembangunan Pasar Ir Soekarno. Kapolres Sukoharjo AKPB Andy Rifai mengatakan, proses penyelidikan kasus pasar Ir Soekarno diambil alih Polda Jateng dan Polres Sukoharjo hanya bersifat mem-backup saja.

Penyelidikan terkait kasus mangkraknya pasar yang dilaporkan masyarakat ke Polres Sukoharjo beberapa waktu silam itu diambil alih Polda Jateng karena nilai proyeknya dinilai cukup besar. Bahkan, Polda Jateng mengambil alih penanganan kasus mulai dari proses penyelidikan pada tahap perencanaan maupun penyelidikan pada tahap pengerjaan mega proyek yang awalnya senilai Rp 24,8 miliar itu.

“Saat ini masih lidik (penyilidikan) Polda (Jateng). Perencanaan sama pelaksanaan sudah diambil Polda. Polres Sukoharjo mem-backup saja,” kata kapolres, Minggu (8/2/2015).

Menurutnya, Ditreskrimsus Polda Jateng telah memeriksa sejumlah pihak terkait mangkraknya proyek yang dilaksanakan pada tahun 2012 silam oleh PT Ampuh Sejahtera tersebut. Diantaranya Ajiyono selaku Manager Teknik PT Ampuh Sejahtera (rekanan proyek Pasar Ir Soekarno Tahap I), Sutanta selaku Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP), Sarindi selaku Konsultan Perencana dan beberapa pejabat terkait lainnya.

“Polda sudah memanggil PT Ampuh Sejahtera, Konsultan Perencana, PPHP dan berapa pihak terkait. Total yang sudah dipanggil berapa kami belum tahu,” katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Manager Teknik PT Ampuh Sejahtera, Ajiyono, mengaku telah memenuhi panggilan Ditreskrimsus Polda Jateng pada Kamis (29/1) lalu. Menurutnya, pada saat itu berbarengan dengan beberapa pejabat Pemkab Sukoharjo. Salah satunya Anton Bambang Haryanto yang saat ini menjabat Kepala Disperindag Sukoharjo.

“Saya berbarengan dengan Pak Anton ((Kepala Disperindag) dan Pak Lanjar (panitia lelang), juga ada orang DPPKAD (Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah),” katanya.

Menurutnya, panggila Ditreskrimsus itu bukan pemeriksaan. Namun penyidik hanya meminta data terkait pelaksanaan pengerjaan Pasar Ir Soekarno. “Data yang diminta dari saya berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan pasar. Data dan bukti sudah saya sampaikan ke penyidik,” terang Ajiyono.

Sementara itu, Kepala Disperindag Sukoharjo, Anton Bambang Haryanto menolak berkomentar pertanyaan Joglosemar terkait panggilan Ditreskrimsus Polda Jateng tersebut. “Yang manggil siapa. Ya tanya yang manggil sana,” katanya. Sofarudin