JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Polda Metro Klaim Perwira yang Dikeroyok TNI AL Sedang Bertugas

Polda Metro Klaim Perwira yang Dikeroyok TNI AL Sedang Bertugas

501
BAGIKAN

 

SIMBOL KERUKUNAN TNI POLRI--Anggota Denpom 4/IV Solo, Kopral Kepala Partika Subagyo (tengah) digendong oleh salah satu anggota Sabhara Polresta Solo saat melakukan aksi damai TNI dan Polri di Mapolresta Solo, Jumat (8/3). Aksi damai tersebut digelar untuk menyikapi perselisihan antara TNI dan Polri yang terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Provinsi Sumatera Selatan dan mengajak aparat untuk saling menjaga kerukunan dan kekompakan. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo
SIMBOL KERUKUNAN TNI POLRI–Anggota Denpom 4/IV Solo, Kopral Kepala Partika Subagyo (tengah) digendong oleh salah satu anggota Sabhara Polresta Solo saat melakukan aksi damai TNI dan Polri di Mapolresta Solo, Jumat (8/3). Aksi damai tersebut digelar untuk menyikapi perselisihan antara TNI dan Polri yang terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Provinsi Sumatera Selatan dan mengajak aparat untuk saling menjaga kerukunan dan kekompakan. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo

JAKARTA – Pihak Polda Metro Jaya melaporkan sejumlah anggota TNI Angkatan Laut (AL) terkait dugaan penganiayaan terhadap tiga perwira Polisi di salah satu kafe kawasan SCBD Jakarta Selatan.

“Kami sesalkan tindakan oknum anggota TNI AL padahal anggota kami dalam rangka dinas,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Heru Pranoto di Jakarta Minggu.

Heru menuturkan pihaknya telah membuat laporan polisi ke Polda Metro Jaya terkait penganiayaan yang dilakukan anggota TNI AL.

Perwira menengah kepolisian itu mengatakan salah satu korban Komisaris Polisi (Kompol) Teuku Arsya Khadafi akan menjalani pemeriksaan.

Penyidik kepolisian juga akan memeriksa beberapa saksi untuk kepentingan penyidikan.

“Setelah pemberkasan selesai, kami akan serahkan berkasnya ke POM TNI AL untuk diperiksa internal,” tutur Heru.

Heru mengaku oknum anggota TNI AL yang diduga terlibat penganiayaan telah menyampaikan permohonan maaf saat pejabat Polda Metro Jaya mengunjungi POM AL.

Heru juga telah berkonsolidasi dengan TNI AL agar tidak terjadi insiden susulan setelah kejadian penganiayaan itu.

Sebelumnya, tiga perwira kepolisian yakni Kompol Arsya, Kompol Budi Hermanto dan Iptu Rovan (anggota Subdit Jatanras Ditrekrimum Polda Metro Jaya) menjadi korban penganiayaan di salah satu kafe kawasan SCBD Jakarta Selatan Jumat (6/2) dinihari.

Kejadian berawal saat puluhan personil gabungan TNI dan Provost Polri melakukan razia di kafe tersebut.

Insiden penganiayaan terjadi ketika korban Kompol Arsya menanyakan pimpinan anggota gabungan yang merazia bahkan sempat memperlihatkan surat “sprint” tugas ketiga anggota itu.

“Padahal sudah ditunjukkan (surat tugas) sprintnya, kalau mereka sedang ada tugas di situ tetapi mereka tidak percaya,” ungkap Heru.

Karena dianggap melawan, sejumlah anggota yang merazia menganiaya Kompol Arsya hingga mengalami luka serius.

Antara | Taufik Ridwan