JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Polisi Bebaskan Dua Maling Motor di Manahan Karena Berjanji Siap Salat Berjamaah

Polisi Bebaskan Dua Maling Motor di Manahan Karena Berjanji Siap Salat Berjamaah

305
BAGIKAN
Enam tersangka kasus pencurian motor diamankan di Polsek Laweyan, Jumat (09/01/2015). Polisi berhasil menyita sembilan barang bukti sepeda motor_Foto_Maksum N F
Enam tersangka kasus pencurian motor diamankan di Polsek Laweyan, Jumat (09/01/2015). Polisi berhasil menyita sembilan barang bukti sepeda motor_Foto_Maksum N F

SOLO – Dua pelaku pencurian bermotor yang terjadi di parkir Manahan, Banjarsari, Surakarta, beberapa hari lalu, akhirnya dapat bebas dan melanjutkan aktifitas sehari hari sebagai seorang pelajar.

Kedua pelaku yakni ASD warga Banjarsari, Solo, yang diketahui masih duduk dibangku kelas 3 SMA di Surakarta, dan satu pelaku lagi yakni WW, warga Grogol, Sukoharjo, yang juga masih duduk di bangku kelas 2 SMK tersebut bebas dari jeratan hukum. Lantaran pihak dari Polresta Surakarta telah melakukan proses tindakan atau perlakuan untuk mengalihkan atau menempatkan pelaku tindak pidana anak keluar dari sistem peradilan pidana (Diversi).

Kasat Reskrim Polresta Surakarta, Kompol Guntur Saputra, melalui Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Surakarta, AKP Hastin Marhadjanti, saat ditemui wartawan Rabu (11/2/2015) mengaku, kedua pelaku curanmor yang dulunya sempat menjalani pemeriksaan dan penyelidikan yang dilakukan oleh tim penyidik Polresta. Awal pekan lalu, kedua pelaku tersebut, bebas dan dikembalikan kepada orang tuanya masing – masing untuk mendapatkan bimbingan.

“Pelaksanaan Diversi, kita lakukan tidak hanya karena kedua pelaku itu anak-anak saja, namun sesuai dengan aplikasi dari amanat UU No 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana bagi anak,” terang Hastin.

Mantan Kabag Humas Polres Klaten, tersebut mengaku, bahwa dalam pelaksanaan Diversi,sudah ada kesepakatan yang sudah dibuat, dan disetujui oleh semua pihak. Baik dari pihak anak (pelaku), korban, pendamping, orang tua, dan tokoh masyarakat. Salah satu kesepakatan tersebut yakni diantaranya kedua pelaku meminta maaf kepada korban.

Kedua pelaku bersedia melaksanakan sholat mahgrib dan isyak berjamaah di masjid terdekat. Serta pihak dari anak (pelaku) bersedia mengganti kerugian materil korban yakni sebesar Rp 14 juta.

Rudi Hartono