JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Polisi Selidiki Kasus Duel Mertua dan Menantu di Sukoharjo

Polisi Selidiki Kasus Duel Mertua dan Menantu di Sukoharjo

321
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

SUKOHARJO – Polres Sukoharjo masih menyelidiki dugaan duel yang berujung maut mertua dan menantu asal RT 1 RW II Desa Siwal, Kecamatan Baki. Perselisihan antara Slamet alias Bagyo (60) dengan menantunya, Sugiyanto alias Sukro (25)  itu diduga menyebakan sang menantu meregang nyawa di RSUD Dr Moewardi Solo.

Kasatreskrim Polres Sukoharjo, Iptu Fran Delanta Kambaren mengatakan sampai saat ini belum menerima laporan kasus tersebut. Meski demikian, pihaknya menyatakan akan tetap menyelidikinya. Jika nanti terbukti, pelaku dapat dijerat dengan KUHP pasal 351 ayat 3 tentang Penganiayaan Hingga Tewas. Sesuai pasal itu, pelaku dapat diancam dengan hukuman maksimal 7 tahun penjara.

Penyelidikan awal akan mengarah pada latar belakang kabar cekcok antara keduanya. “Saat ini yang terpenting mencari tahu dulu akar permasalahan kenapa mereka cekcok mulut sampai berkelahi,” ujar Iptu Fran, Kamis (5/2/2015).

Sebab, kata Iptu Fran, sejauh ini baru mengantongi informasi peristiwa cekcok yang berujung baku hantam itu terjadi pada Minggu (1/2/2015). Dalam perkelahian itu menyebabkan sang mertua (Slamet) luka di bagian tangan terkena hempasan sorok padi dan sang menantu (Sukro) terluka pada bagian kepala akibat pentungan.

Setelah sempat dirawat, korban (Sukro) akhirnya meninggal dunia pada Selasa (3/2/2015) dan dimakamkan pada Rabu (4/2/2015). Namun, kabar lainnya, Sukro meninggal setelah menjalani operasi paru-paru di RSUD Dr Moewardi Surakarta. Sehingga perlu dipastikan terlebih dahulu penyebab kematian korban. Apakah karena sakit paru-paru atau karean pukulan ketika berkelahi.

Menurut, Iptu Fran, keluarga korban sampai saat ini masih tertutup. Keluarga hanya menyampaikan jika Sukro meninggal karena sakit paru paru.

Sofarudin