JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Polisi Sudah Dapat Perintah Menyidik Wakil Ketua KPK Adnan Pandu

Polisi Sudah Dapat Perintah Menyidik Wakil Ketua KPK Adnan Pandu

284
BAGIKAN

 

Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi menyusun poster bertuliskan 'SAVE KPK' di Gedung KPK Jakarta, Jumat (23/1). Mereka menuntut Mabes Polri membebaskan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto yang ditangkap pihak kepolisian. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak
Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi menyusun poster bertuliskan ‘SAVE KPK’ di Gedung KPK Jakarta, Jumat (23/1). Mereka menuntut Mabes Polri membebaskan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto yang ditangkap pihak kepolisian. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak

JAKARTA – Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Pol Rikwanto mengatakan telah menerbitkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (Sprindik) dengan terlapor Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Adnan Pandu Praja terkait laporan dugaan perampasan aset dan saham.

“APP (Adnan Pandu Praja) juga sudah (dikeluarkan Sprindik),” kata Rikwanto di Mabes Polri, Jakarta, Rabu.

Namun demikian, Rikwanto tidak tahu pasti kapan tanggal tepatnya penerbitan Sprindik tersebut telah dikeluarkan.

“Belum tahu kapan, tapi sudah dikeluarkan. Yang jelas AS sudah,” kata dia.

Rikwanto mengatakan, sprindik pimpinan KPK tersebut telah dikeluarkan dan dilayangkan pada Kejaksaan Agung.

Namun Rikwanto menegaskan Polri belum menerbitkan sprindik terkait laporan terhadap Wakil Ketua KPK Zulkarnaen.

“Kalau Pak Zul, kayaknya belum,” kata Rikwanto.

Pandu dilaporkan oleh kuasa hukum PT Daisy Timber Mukhlis Ramlan ke Bareskrim Polri, Sabtu (24/1), atas dugaan perampasan kepemilikan aset dan saham secara ilegal milik PT Daisy Timber di Berau, Kalimantan Timur.

Mukhlis menyebut Adnan Pandu Praja pernah menjadi penasehat hukum perusahaan itu dan memiliki saham perusahaan secara tidak sah sejak 2006.

Menurut dia, Pandu merugikan banyak pemilik saham yang sah dan memiskinkan para pemilik saham.

Ia menyebutkan pemilik saham perusahaan pengusahaan hutan itu antara lain perusahaan daerah di Berau dan Pesantren Al-Banjari di Balikpapan.

Antara | Desca Lidya Natalia