JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Polres Boyolali Minta Pemancing Gunakan Pelampung

Polres Boyolali Minta Pemancing Gunakan Pelampung

315
BAGIKAN
MANCING GRATIS PILGUB- Ribuan masyarakat antusias mengikuti acara Mancing Gratis Golek GANJARan yang digelar oleh Caleg PDIP Dapil VI Sragen dalam rangka sosialisasi Pilgub serta pasangan Ganjar-Heru di Saluran Candiasri, Plumbungan, Sabtu (18/5). Wardoyo
Ilustrasi mancing (18/5). Wardoyo

BOYOLALI– Menyusul seringnya korban tenggelam di Waduk Cengklik, para pemancing yang memancing di tengah waduk diminta untuk mengenakan pelampung untuk keselamatan mereka. Sementara itu dua korban pemancing yang tewas tenggelam, akhirnya berhasil ditemukan dan dievakuasi.

Himbauan keselamatan ini disampaikan Kapolsek Sambi, AKP Bambang Rusito mewakili Kapolres Boyolali AKBP Budi Sartono.
Menurut Kapolsek, Waduk Cengklik cukup diminati para pemancing, termasuk yang berada di wilayah Sambi. Namun dengan seringnya kejadian orang tenggelam di waduk, pihaknya menghimbau supaya faktor keamanan dan keselamatan lebih diperhatikan.
“Jangan hanya karena mementingkan hobi, kemudian lupa dengan keselamatan diri,” ungkap Kapolsek akhir pekan kemarin.
Keamanan dan keselamatan tegas dia, sangat penting diantisipasi mengingat kondisi Waduk Cengklik cukup berbahaya, mengingat endapan lumpur di dasarnya cukup tebal. Sehingga tidak menutup kemungkinan meski pandai berenang, tetapi jika sudah terjebak lumpur bisa berakibat fatal.
“Baiknya kalau memancing ke tengah, tetap menggunakan pelampung agar lebih aman,” kata dia.
Sementara itu dua korban tenggelam di Cengklik wilayah Desa Senting, Kecamatan Sambi, sejak Kamis (19/2) siang kemarin akhirnya ditemukan Tim SAR, Jumat (20/2) sekitar pukul 20.45 WIB. Kedua korban ditemukan sudah meninggal dunia dengan lokasi berdekatan.
Menurut Komandan SAR Boyolali, Kurniawan Fajar Prasetyo, kedua korban yakni Andri Wiranto (25) dan  Muhammad Arifin (23), keduanya warga Desa Kragilan, Kecamatan Mojosongo, ditemukan saat tim SAR melakukan patroli sembari mengaduk-aduk air. Korban pertama ditemukan 100 meter ke arah timur dari lokasi tenggelam di kedalaman tiga meter. Sedang korban kedua ditemukan lima meter dari korban pertama.
“Kedua korban sudah berhasil ditemukan dan dievakuasi,” terang Yoyok, demikian dia akrab dipanggil.

Lebih lanjut setelah proses evakuasi, menurut Kapolsek kedua korban kemudian dilakukan otopsi oleh petugas medis. Hasilnya, keduanya murni tewas tenggelam dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Menurut Kapolsek, kedua jenasah tersebut kemudian diantarkan ke rumah duka dengan menggunakan ambulan.

Ario Bhawono