JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Polres Sragen Amankan Pengamen di Atas Bus

Polres Sragen Amankan Pengamen di Atas Bus

542
BAGIKAN
RAZIA PREMAN-Tiga orang pengamen dan preman diangkut dengan mobil patroli Polres Sragen seusai terjaring razia preman Sabtu (11/5).  Joglosemar | Wardoyo
RAZIA PREMAN-Tiga orang pengamen dan preman diangkut dengan mobil patroli Polres Sragen seusai terjaring razia preman.
Joglosemar | Wardoyo

SRAGEN– Menyusul instruksi Polri untuk memerangi permanisme, pengamen, gelandangan dan pengemis, jajaran Polres Sragen terus menggencarkan kegiatan operasi premen (premanisme dan pengamen) di wilayah hukum setempat. Rabu (4/2/20150, tiga pengamen jalanan kembali berhasil diamankan saat tengah beroperasi di atas bus antar kota antar propinsi (AKAP) yang melintas di wilayah Sambungmacan.
Ketiga pengamen itu diamankan oleh tim operasi dari Polsek Sambungmacan yang dipimpin langsung Kapolsek Sambungmacan AKP Haryanto. Ketiga artis jalanan alias pengamen yang dikukut itu diantaranya Alit Budi Utama (38) warga Dukuh Karangrejo RT 5, Jaten, Karanganyar, Harno (24) Dukuh Keraswetani, RT 3, Geneng, Ngawi, Jatim, dan Puji Lestari (35) warga Dukuh Suruh RT 5, Bringin, Ngawi, Jatim.
Kapolres Sragen AKBP Dwi Tunggal Jaladri melalui kasubag Humas AKP Saptiwi mengungkapkan razia Premen di Sambungmacan itu dimulai pukul 14.15 WIB difokuskan di jalan Sragen-Ngawi di depan Mapolsek Sambungmacan. Razia mengerahkan 18 personel yang diterjunkan selama hampir satu jam lebih.
Dalam kegiatan tersebut sekaligus juga digunakan untuk menyisir serta memeriksa puluhan kendaraan yang melintas guna mengantisipasi peredaran barang terlarang, senjata tajam dan bahan peledak. Dari 55 kendaraan yang diperiksa, 13 diantaranya diberikan teguran lisan. Selain itu im juga melakukan operasi terhadap pengamen yang beroperasi di dalam bus dan mengamankan tiga pengamen yang sedang beraksi di bua Antar Kota Antar propinsi (AKAP).
“Tujuan dari operasi premanisme dan pengemis itu untuk meningkatkan ketertiban, kamtibmas dan memberikan kenyamanan bagi penumpang bus,” jelasnya.
Kapolsek Sambungmacan, AKP Haryanto menambahkan para pengamen diamankan dan diberi pengarahan oleh Kapolsek bahwa pekerjaannya sebagai pengamen sangat mengganggu ketertiban umum dan mengganggu kenyamanan penumpang dan kru bus.
Mereka juga diingatkan untuk tidak mengulangi perbuatannya tidak mengamen lagi. Beberapa penumpang dan kru bus juga mendukung operasi pemberantasan pengamen yang dianggap sudah sangat meresahkan.
Wardoyo