JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Polres Sragen Ancam Tilang Bus dan Angkuta yang Ngetem Sembarangan

Polres Sragen Ancam Tilang Bus dan Angkuta yang Ngetem Sembarangan

376
BAGIKAN
Ilustrasi: Joglosemar/Maksum Nur Fauzan
Ilustrasi: Joglosemar/Maksum Nur Fauzan

SRAGEN– Pengendara bus penumpang dan angkutan pedesaan (angkudes) maupun angkotan kota (angkot) agaknya tak boleh lagi seenaknya ngetem di sembarang tempat untuk menunggu penumpang. Pasalnya dalam waktu dekat, jajaran Satlantas Polres Sragen akan segera menggelar operasi dengan sasaran menertibkan kendaraan penumpang yang ngetem di luar lokasi yang ditentukan.
Hal itu disampaikan Kasatlantas Polres Sragen, AKP Davis Busin Siswara melalui Kanit Laka Iptu Mashadi saat memberikan sosialisasi Tertib Lalu Lintas di SMKN 2 Sragen belum lama ini. Ia mengatakan operasi pelanggaran ngetem itu dijadwalkan pada Juni mendatang. Namun sebulan sebelumnya, tim akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu sebelum kemudian menindak semua kendaraan penumpang yang nekat mengabaikan aturan.
“Nanti semua pengemudi bus, angkot maupun angkudes yang nekat ngetem di luar area yang ditentukan, akan kami tilang dan langsung diproses hukum. Ini semata-mata untuk kepentingan bersama, karena perilaku ngetem sembarangan itu sangat menggangu kelancaran lalu lintas,” paparnya.
Anggota tim Dikyasa Lantas, Aiptu M. Bawani menambahkan beberapa titik yang selama ini terdeteksi menjadi areal ngetem dan melanggar aturan itu diantaranya di kawasan Meteor (sebelah utara perlintasan kereta api Pasar Kota), di areal sebelah barat SPBU Pilangsari, dan di perempatan Spesial.
Terpisah, Kepala Dshubkominfo Sragen, Heru Martono mendukung penuh wacana tersebut dan siap seandainya diminta berkoordinasi dengan Polres untuk kegiatan tersebut. Pasalnya, realita yang ada, pola ngetem sembarangan oleh pengemudi angkutan penumpang itu selain mengganggu kelancaran arus, juga berdampak merusak jalan di lokasi berhenti.
Adanya penindakan diharapkan menjadi efek jera dan meningkatkan kepatuhan pengemudi mengingat berbagai upaya yang sudah dilakukan oleh Dishub selama ini masih sering dilanggar. Seperti pemasangan rambu dilarang berhenti di depan SPBU Pilangsari, kemudian rambu belok kiri jalan terus di perempatan Pilangsari juga tak cukup membuka kesadaran pengemudi untuk taat aturan.
“Lalu yang menjadi sumber kemacetan di kawasan Meteor selama ini ternyata memang kendaraan yang ngetem nunggu penumpang. Padahal, mereka itu sebenarnya barusaja keluar dari sub terminal dan tidak boleh ngetem di situ. Lalu di SPBU Pilangsari kita tidak henti-hentinya memasang rambu, tapi bola-bali sing jenenge sopir ya seperti itu. Lalu mereka itu menaik turunkan penumpang itu biasanya nggak mau minggir, dampaknya jalan jadi rusak,” tandasnya.

Wardoyo