JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Polres Sragen Tetapkan Ketua Panitia Seminar UMPTN Menjadi Tersangka

Polres Sragen Tetapkan Ketua Panitia Seminar UMPTN Menjadi Tersangka

780
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

SRAGEN– Kepolisian Sragen resmi menetapkan ARS (26), Ketua Panitia Seminar bertajuk “100 % Kupas Tuntas Masuk UMPTN” yang diselenggarakan di Gedung Golkar Sragen, Minggu (1/2) lalu sebagai tersangka. Pemuda asal Dempul, Ngembatpadas Gemolong itu ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penipuan terhadap ratusan pelajar tingkat III asal SMAN 1 dan 3 Sragen yang menjadi peserta seminar berbiaya Rp 99.750,- dan oleh siswa ternyata dinilai penuh kebohongan itu.
“Ya, terlapornya (ARS-red) sudah kita tetapkan tersangka. Dia sebagai ketua panitia seminar untuk pelajar SMA yang ternyata kegiatannya itu dilaporkan oleh peserta ada indikasi penipuan,” papar Kapolres Sragen, AKBP Dwi Tunggal Jaladri melalui Kasat Reskrim AKP WIndoyo, kepada Joglosemar, Senin (16/2).
Ia mengatakan penetapan tersangka itu dilakukan setelah hasil penyelidikan yang dilakukan oleh tim menyimpulkan perbuatan terlapor memenuhi unsur penipuan seperti yang dilaporkan oleh peserta. Menurutnya, penyidik juga sudah mengantongi alat bukti yang cukup sehingga tidak ada alasan bagi penyidik untuk tidak menaikkan ke tingkat penyidikan serta menetapkan terlapor sebagai tersangka.
AKP Windoyo menguraikan saat ini tim masih mengintensifkan pemeriksaan untuk melengkapi berkas perkara.  Dalam perkara ini, tersangka bakal dijerat dengan pasal penipuan dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.
ARS ditetapkan sebagai tersangka atas laporan salah satu siswi SMAN 1 Sragen berinisial L (18) didampingi rekannya YF (19), Senin (2/2/2015). Mereka melaporkan ARS (26) atas dugaan penipuan terhadap sekitar 102 peserta seminar dari siswa SMAN 1 dan 3 Sragen yang mengikuti seminar tersebut.
Dalam laporannya, mereka merasa tertipu atas pernyataan tersangka yang di hadapan peserta sempat mengaku menjadi Presiden BEM di UGM, pernah menjadi pengawas UN tahun 2008 dan sekarang menjadi pengawas independen UN se-Soloraya. Padahal setelah ditelusuri dan dikroscek, semua embel-embel jabatan itu tidak benar.
Kebohongan tersangka juga terkuak saat seminar berlangsung dan ada siswa mengajukan pertanyaan soal Matematika, tersangka gelagapan tak dapat menjelaskan dan mengerjakannya tapi malah memarahi siswa yang bertanya. Lantas, soal materi dasar Matematika yang diberikan kepada peserta, ternyata bukan soal UN atau UMPTN yang seharusnya melainkan soal pada jalur undangan buku raport yang harusnya diberikan ke universitas.

Wardoyo