JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Polres Sukoharjo Sita Atribut Diduga Anggota ISIS di SPBU Kadilangu

Polres Sukoharjo Sita Atribut Diduga Anggota ISIS di SPBU Kadilangu

372
BAGIKAN
Ilustrasi: ISIS Indonesia
Ilustrasi: ISIS Indonesia

SUKOHARJO – Polres Sukoharjo menyita atribut Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS), Minggu (8/2) malam. Sejumlah atribut lengkap dengan identitas seorang mahasiswa asal Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo itu ditemukan dalam bungkusan kantong plastik warna putih di Musala SPBU di Desa Kadilangu, Kecamatan Baki.

Kapolsek Baki, AKP M Busro, menerangkan tas kresek atau kantong plastik tersebut ditemukan Wardo, karyawan SPBU setempat pada Sabtu (7/2) sekitar pukul 18.30 ketika hendak salat Magrib. Usai salat, Wardo memeriksa bungkusan kantong plastik tersebut. Setelah dibuka, kantong plastik itu ternyata berisi sejumlah perlengkapan yang berlambangkan ISIS.

Kemudian, penemuan tas kresek itu dilaporkan ke salah satu anggota Kodim 0735/Surakarta, Serma Joni Butar Butar. Lantas, pada Minggu (8/2) sekitar pukul 21.00, Serma Joni melapor dan menyerahkan barang bukti itu ke Polsek Baki.

Kantong plastik warna putih itu berisi, bendera ISIS warna hitam ukuran 90 x 120 cm; topi warna hitam bertuliskan ISIS; Kartu sidik jari yang dikeluarkan oleh Kaur Ident Polres Sukoharjo atas nama WA, Mahasiswa asal Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.

Selain itu, dalam bungkusan plastik putih itu juga terdapat Sertifikat Workshop Jurnalis Muda atas nama WA; Satu Keping CD berisi foto WA; satu lembar foto WA ukuran 4×6; buku absen dari Ponpes Jamsaren Surakarta; dua kitab Al-Quran; Buku Hishnu Muslim; Kamus Bahasa Arab; Buku Diktat Bahasa Arab; Buku dan kertas catatan.

“Barang bukti sudah saya kirim ke Polres Sukoharjo. Penyelidikan ditangani Polres,” kata AKP M. Busro.

Kapolres Sukoharjo, AKBP Andy Rifai menambahkan, pihaknya sudah memerintahkan Kasat Intelkam untuk menyelediki alamat yang tertera pada Kartu Sidik Jari atas nama WA tersebut. Termasuk masih mendalami motif dibalik bungkusan berisi lambang ISIS itu. Apakah sengaja ditinggalkan ataupun memang tertinggal di Musala tersebut.

“Masih kita lidik maksud di (WA) membawa itu apa?. Apakah memang dia kelupaan atau motif lain masih kami dalami. Bisa jadi itu memang milik di atau ada orang lain yang tidak senang, kemudian diskenario seperti itu,” kata kapolres.

Sofarudin