JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Presiden Jokowi Kepincut Minapadi ala Petani Sleman

Presiden Jokowi Kepincut Minapadi ala Petani Sleman

421
BAGIKAN

 

Ilustrasi pertanian Minapadi | antaranews.com
Ilustrasi pertanian Minapadi | antaranews.com

SLEMAN –  Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Prof Sri Adiningsih dan anggota Prof Sudarta, Jumat (13/2) sengaja datang langsung ke kawasan lereng Gunung Merapi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, guna melihat langsung sistem pertanian minapadi atau ikan padi serta Ugadi atau udang galah padi yang dikembangkan di wilayah ini.

“Kami penasaran untuk melihat langsung ke lapangan dan Presidenpun tertarik khususnya udang galah padi (Ugadi), karena memang pemerintah saat ini baru gencar untuk meningkatkan produktivitas pertanian menuju swasembada pangan,” kata Sri Adiningsih.

Wantimpres dengan ditemani Sekretarus Daerah Kabupaten Sleman Sunartono langsung melakukan peninjauan ke lapangan di Ndero Harjobinangun dan Samberembe, Candibinangun serta Balai Penyuluh Pertania Pakem tempat uji praktek minapadi dan ugadi.

Sunartono mengatakan, luas lahan pertanian Sleman sekitar 22.000 hektare, ada sekitar 63 hektare untuk lahan minapadi dan ugadi karena tidak semua lahan pertanian bisa dijadikan sebagai lahan mina padi dan ugadi.

“Ikan yang ditabur jenis nila, tawes dan udang, sementara padi yang ditanam jenis umur panjang dengan sistem jajar legowo (jarak tanam 25 cm x 12,5 cm),” tuturnya.

Menurut dia, saat ini juga dikembangkan minapadi model kolam dalam 60 sampai 80 cm. “Minapadi dan ugadi di Sleman telah dilakukan selama dua kali dengan hasil lahan seluas 1.000 meter persegi dapat meningkatkan produksi padi sekitar 20 sampai 30 persen, dan untuk ikannya yang jenis nila dan tawes juga meningkat,” ungkapnya.

Ketua Kelompok Tani Mina Muda Samberembe Satrianto mengatakan, sebelumnya untuk 1.000 meter tanaman padi hanya mampu produksi enam kuintal, setelah dilakukan pola mina padi produksi padi meningkat hingga delapan kuintal.

“Ditambah dengan keuntungan yang didapat dari ikannya,” ucapnya.

Keuntungan dari minapadi dan ugadi menurutnya mengurangi penggunaan pupuk sampai 70 persen, karena kotoran ikan dapat menjadi pupuk tanaman, beras mentes, tanaman kokoh dan gulma tanaman dapat menjadi makanan ikan dan udang.

“Tikus juga tidak masuk ke tanaman padi karena terhalang kolam,” tambahnya.

Antara | Victorianus SAt Pranyoto