JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Presiden Jokowi Minta KPK-Polri dan Kejaksaan Lebih Kompak Berantas Korupsi

Presiden Jokowi Minta KPK-Polri dan Kejaksaan Lebih Kompak Berantas Korupsi

184
BAGIKAN

 

Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi menyusun poster bertuliskan 'SAVE KPK' di Gedung KPK Jakarta, Jumat (23/1). Mereka menuntut Mabes Polri membebaskan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto yang ditangkap pihak kepolisian. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak
Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi menyusun poster bertuliskan ‘SAVE KPK’ di Gedung KPK Jakarta, Jumat (23/1). Mereka menuntut Mabes Polri membebaskan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto yang ditangkap pihak kepolisian. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak

JAKARTA  – Presiden Joko Widodo meminta Komisi Pemberantasan Korupsi, Polri, dan Kejaksaan Agung meningkatkan koordinasi dalam pemberantasan korupsi.

“Saya meminta kepada KPK, Polri dan Kejagung untuk tidak ego sektoral. Harus saling mendukung dan membangun kepercayaan publik terhadap lembaga ini,” katanya dalam pertemuan dengan Ketua Sementara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufiqurrahman Ruki, Wakapolri Badrodin Haiti, dan Jaksa Agung HM Prasetyo di Istana Negara, Rabu (25/2/2015).

Presiden berpesan agar ketiga lembaga hukum negara tersebut tidak saja memprioritaskan aksi pencegahan korupsi, namun juga memberi perhatian penuh pada penindakan kasus-kasus korupsi.

“Saya sedikit berpesan agar kasus yang berkaitan dengan pembalakan liar, pencurian ikan, dan pertambangan ilegal diberikan perhatian,” tambah presiden.

Sementara itu, Jaksa Agung HM Prasetyo usai pertemuan mengatakan, korupsi sudah merajalela di Indonesia dan Kejagung, KPK dan Polri harus serius menangani korupsi.

“Nanti akan kita atur bagaimana teknis kerjasama antarlembaga,” kata Prasetyo.

Antara | Amie Femia Arimbi