JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Pressing Ketat Persis Solo Belum Terlihat

Pressing Ketat Persis Solo Belum Terlihat

307
BAGIKAN
Pertandingan Ujicoba Persis Solo melawan Persiharjo Sukoharjo, Kamis (26/02/2015) sore di Stadion Sriwedari Solo. Foto: Maksum N F
Pertandingan Ujicoba Persis Solo melawan Persiharjo Sukoharjo, Kamis (26/02/2015) sore di Stadion Sriwedari Solo. Foto: Maksum N F

SOLO – Lini belakang tak henti-hentinya jadi bahan evaluasi tim pelatih Persis Solo. Dalam tiga pertandingan uji coba terakhir, sistem pertahanan yang dibangun Modestus Setiawan dan kawan-kawan belum sesuai harapan.

Hal itu karena barisan belakang pilih menunggu lawan gerak ketimbang pressing agar tak ada celah untuk menciptakan peluang.

Dalam dua skema yang disiapkan, ada empat dan lima pemain bertahan yang dibutuhkan. Dibanding bek kanan dan bek kiri, bek tengah tentu jadi yang paling vital untuk melakukan pressing ketat.

Liswanto, Modestus Setiawan dan Bayu Yoga yang selama ini dipunya ternyata belum melakukan sesuai yang diinginkan pelatih. Sosok Rahmat Sabani sebetulnya bisa jadi pilihan untuk melakukan pressing ketat. Dengan tenaga yang lebih besar, catatan musim lalu jadi bukti bila dia punya kemampuan sesuai yang dibutuhkan. Namun kondisi kesehatannya yang baru saja sakit membuat Sabani belum turun lapangan.

“Saya tidak tahu, dalam tiap pertandingan lini belakang kita pilih menunggu. Seharusnya mereka berani mendatangi bola agar lawan tidak leluasa bergerak. Ini jadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan,” terang Pelatih Persis Solo Aris Budi Sulistyo, Jumat (27/2/2015) sore.

Tenaga baru kini dipunya Laskar Sambernyawa. Roy Budiansyah yang gabung sejak pekan lalu perlahan mulai memperlihatkan kemampuannya. Dengan pengalaman pernah bermain di Indonesia Super League (ISL), agresivitasnya untuk mendatangi lawan mulai memberi rasa aman.

Aris Budi pun mengungkapkan jika sosok Roy memberi rasa aman karena punya kemampuan mengkoordinasi lini belakang.

Tapi untuk mematenkan Roy di skuad musim ini, Aris Budi belum bisa melakukannya. Dengan sisa waktu yang ada, terlebih pada Rabu (4/3/2015) mendatang Persis Solo akan melawan Persiba Bantul, bisa jadi laga itu jadi penentu masa depan Roy.

“Akan saya cermati lagi penampilannya. Beberapa hari kedepan akan saya lihat kemampuannya sebagai bek tengah. Untuk bek kiri, pressing dan crossing-nya cukup bagus,” jelasnya.

Aris Budi memang hati-hati dalam menentukan pemain tambahan. Dengan kuota 26 pemain pada musim ini, Aris Budi mengaku tinggal punya dua hingga tiga slot kosong.

Bila pemain yang datang punya kemampuan yang tak jauh beda dengan yang sudah ada, dirinya pilih mematangkan pemain yang sudah ada. Namun jika kemampuan pelamar baru jauh lebih bagus, dirinya siap menyerahkan satu slot untuk pemain tersebut.

“Saya hanya cari pemain yang kualitasnya benar-benar bagus. Kalau cuma rata air (kualitas sama), mending mematangkan yang sudah ada. Slot tersisa ini hanya untuk pemain yang dibutuhkan tim untuk kompetisi mendatang,” tuturnya Aris Budi.

Nofik Lukman Hakim