JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Produk Lokal Terjepit, Kok Pemerintah Subsidi Benih Padi Impor

Produk Lokal Terjepit, Kok Pemerintah Subsidi Benih Padi Impor

226
BAGIKAN

 

Ilustrasi | Joglosemar|Ario Bhawono
Ilustrasi | Joglosemar|Ario Bhawono

JOGJA – Serikat Petani Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta mengharapkan pemerintah menghapus subsidi benih padi impor karena dinilai mengganggu pencapaian kedaulatan benih padi lokal.

“Jika terus diberikan subsidi justru semakin memperkuat ketergantungan pertanian Indonesia terhadap benih padi impor,” kata Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Serikat Petani Indonesia (SPI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Tri Haryono di Yogyakarta, Kamis (12/2/2015).

Menurut Tri, tercapainya target kedaulatan pangan di Indonesia terkait erat dengan terwujudnya kedaulatan benih. Penangkaran benih yang dikembangkan secara mendiri oleh masyarakat justru mampu mengurangi ketergantungan padi impor.

“Bahkan dapat memunculkan varietas bibit padi unggulan baru,” kata dia.

Kondisi persediaan benih di kalangan petani, menurut dia, telah didominasi benih yang justru berasal dari negara lain atau perusahaan transnasional.

“Jika menghancurkan pelestarian benih padi lokal tentu impor (benih padi) harus dihindari,” kata dia.

Sebaliknya, menurut dia, apabila pemerintah telah menyatakan mendukung kedaulatan benih, maka diharapkan tidak ada lagi petani pembudidaya benih justru dikriminalisasi, dengan tuduhan pengedaran benih tanpa izin atau melanggar Pasal 60 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman.

Hingga saat ini, menurut dia, terdapat kurang lebih 50 jenis benih padi yang belum tersertifikasi.

“Jika pemerintah mendukung kedaulatan bibit, sertifikasi jangan sampai dipersulit,” kata dia.

Antara | Luqman Hakim