JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Program Bagi Itik di Sragen Lolos Seleksi Ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik

Program Bagi Itik di Sragen Lolos Seleksi Ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik

616
BAGIKAN
Kerajinan bonggol bambu di Klaten | Klaten.info
Ilustrasi | Klaten.info

SRAGEN– Pemkab Sragen terpaksa membatalkan satu program unggulan dan inovasi Sragen untuk dikirim dalam ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) Awarrd 2015 yang diselenggarakan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). Sementara, 13 program unggulan yang sudah lolos kajian tim kecil sudah dikirimkan dan kini tinggal menunggu pengumuman dari Kemenpan-RB.
Kepala Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPTPM) Sragen, Tugiyono selaku ketua tim persiapan Sinovik 2015, Tugiyono mengatakan satu program yang batal tersebut adalah Broadbrand Learning Center (BLC) dari Kantor Perpusda. Program itu batal diikutkan karena keterlambatan pengiriman proposal di detik-detik akhir menjelang penutupan pendaftaran 15 februari 2015 lalu.
“Semula yang kita jarring ada 14 program inovasi unggulan Sragen yang dikirim ke kompetisi Sinovik Nasional itu. Tapi karena ada satu yang telat, akhirnya hanya 13 yang kita daftarkan. Dan sekarang sudah tahap seleksi kedua di Kemenpan-RB,” paparnya kepada Joglosemar, Rabu (25/2/2015).
Menurutnya, 13 program inovasi layanan publik itu memang selama ini menjadi unggulan Sragen dan dinilai berpeluang masuk kriteria karena belum pernah dibuat atau diterapkan daerah lain di Indonesia. Ketigabelas program unggulan itu diantaranya layanan Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (Patma), Pelayanan Administrasi Terpadu Kabupaten (Paten) untuk pengurusan KTP sehari jadi, Database Kemiskinan Terpadu – (UPTPK), Surat Maya (Surya), Executive Dashboard (PDE), Sistem Informasi Manajemen (SIM) Terpadu Pengujian Kendaraan Bermotor, Pengurusan Akta Kelahiran Semedi (Sehari Mesti Jadi) hingga Alat Pilkades Semi Elektronik.
Satu lagi program unggulan yang lolos di detik akhir adalah program pemberdayaan keluarga tidak mampu yang dirintis oleh salah satu bidan di DKK dengan memberi satu ekor itik kepada setiap warga tidak mampu untuk menambah gizi. Mengenai jadwal pengumuman hasil seleksi tahap kedua, Tugiyono mengatakan sejauh ini belum diberitahukan dari Kemenpan-RB.
“Nanti dari 13 yang kita ajukan itu berapa yang memenuhi kriteria akan dipanggil untuk presentasi di pusat sana. Selanjutnya, yang lolos akan disaring lagi menjadi 99 besar, 33 besar sampai terakhir 3 besar nasional,” jelasnya.

Wardoyo