JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Projo Minta Jokowi Tidak Melantik Komjen Budi Gunawan

Projo Minta Jokowi Tidak Melantik Komjen Budi Gunawan

281
BAGIKAN
Ketua DPC Projo se-Eks Karesidenan Surakarta menyampaikan empat pernyataan sikap mengenai kasus KPK-Polri di Laweyan, Minggu (8/2) | Murniati
Ketua DPC Projo se-Eks Karesidenan Surakarta menyampaikan empat pernyataan sikap mengenai kasus KPK-Polri di Laweyan, Minggu (8/2) | Murniati

SOLO Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pro Jokowi (Projo) se-Eks Karesidenan Surakarta meminta Presiden Jokowi menerima saran Tim Sembilan terkait kisruh antara KPK dan Polri.

Organisasi massa itu mengeluarkan empat pernyataan sikap, di antaranya meminta Jokowi untuk tidak melantik Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri.

Empat pernyataan sikap tersebut antara lain mendorong Presiden Jokowi segera mengambil keputusan guna penyelesaian masalah sesuai dengan rekomendasi dari Tim Independen (Sembilan), meminta kepada semua pihak untuk menghormati dan menerima keputusan presiden, mengharapkan presiden untuk titis, tatag, dan teteg dalam mengambil keputusan.

“Selain itu, kami mengajak seluruh jajaran Ormas Projo se-Indonesia, relawan, dan rakyat mendukung Jokowi untuk segera merapatkan barisan guna mengawal dan mengamankan Jokowihingga 2019,” kata Ketua DPC Projo Kabupaten Karanganyar, Suyono di Laweyan, Minggu (8/2/2015).

Pihaknya menilai kasus yang saat ini sudah sangat berlarut-larut itu pada hakikatnya adalam masalah pribadi antara BG dengan KPK. Maka dari itu, pihaknya meminta presiden untuk segera menyudahi konflik antarpenegak hukum itu.

Sementara itu, Dewan Penasihat Projo Pusat, Gunawan Wirosaroyo menambahkan selama kepemimpinannya bersama Jusuf Kalla, Jokowi mendapat hambatan yang luar biasa. Oleh karena itu, Projo hadir untuk memberikan masukan.

“Perlu kami tegaskan sebelum PDIP, Nasdem, PKB, Hanura mengusung Jokowi, Projo telah hadir terlebih dahulu. Tepatnya 23 November 2013,” kata Gunawan yang juga salah satu pendiri PDIP itu.

Dia pun menegaskan jika Projo bukan sempalan dari PDIP. “Tidak usah di-sempal, PDIP sudah sempal. Ormas Projo ini lahir bukan dari politisi PDIP tapi juga partai lain. Bedanya, kami tidak memiliki kepentingan apapun,” katanya.

Murniati