JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Puan: Masalah Kurang Gizi Harus Selesai di Tahun 2019

Puan: Masalah Kurang Gizi Harus Selesai di Tahun 2019

251
BAGIKAN
Siswa TKPG Primagama Solo mengikuti kegiatan pengenalan terhadap jenis makana empat sehat lima sempurna, Senin (26/01/2015) pagi. Acara tersebut dalam rangka memperingati Hari Gizi | Foto: Joglosemar/Maksum N F
Siswa TKPG Primagama Solo mengikuti kegiatan pengenalan terhadap jenis makanan empat sehat lima sempurna, Senin (26/01/2015) pagi. Acara tersebut dalam rangka memperingati Hari Gizi | Foto: Joglosemar/Maksum N F

JAKARTA– Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla menargetkan perbaikan masalah gizi harus bisa diselesaikan dalam waktu lima tahun hingga tahun 2019. Seluruh kementerian dan lembaga negara akan dilibatkan untuk menyelesaikan gizi buruk.

“Pembangunan manusia Indonesia yang berkarakter dan unggul tersebut, salah satunya ditentukan oleh kecukupan gizi,” kata Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani dalam keterangannya yang diterima redaksi, Senin (9/2/2015). Puan mengatakan hal yang sama dalam acara Diseminasi Global Nutrition Report di kantor Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Menurut Puan, masalah gizi di Indonesia disebabkan berbagai faktor. Selain kemiskinan, faktor seperti kesehatan, pangan, pendidikan, air bersih, keluarga berencana menjadi penyebab masalah gizi buruk di Indonesia.

Oleh karena itu seluruh kementerian dan lembaga negara akan dilibatkan untuk menuntaskan masalah gizi buruk di Indonesia. Tanpa ada sinergi antarlembaga negara, kata Puan, masalah gizi buruk tidak akan pernah selesai.

Politisi PDIP ini juga menjelaskan, pemerintah dalam program percepatan perbaikan gizi bertekad menjamin pelayanan kesehatan ibu dan anak, mencegah pernikahan dini, dan membangun infrastruktur untuk pengadaan air bersih. Selain itu, pemerintah akan menjamin program ketahanan pangan rumah tangga kelompok masyarakat kecil, pendidikan hidup sehat pada anak-anak usia sekolah dasar, dan sosialisasi mengenai sumber gizi yang murah.

Pemerintah telah mempersiapkan target perbaikan gizi masyarakat. Sejumlah target itu, kata Puan, menurunnya angka kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup, dari 359 menjadi 306 pada tahun 2019.

“Menurunnya angka kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup, dari 32 menjadi 24 pada tahun 2019. Menurunnya prevalensi kekurangan gizi (underweight) pada anak balita dari 19,6 persen menjadi 17 persen pada tahun 2019. Target lainnya adalah menurunnya prevalensi stunting (pendek dan sangat pendek) pada anak baduta (di bawah 2 tahun), dari 33 persen menjadi 28 persen pada tahun 2019,” tutur Puan.

detikNews|Moksa Hutasoit