JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Puncak Musim Hujan Warga di Daerah Rawan Angin Diimbau Waspada

Puncak Musim Hujan Warga di Daerah Rawan Angin Diimbau Waspada

270
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

KLATEN – Memasuki puncak musim hujan yang diperkirakan jatuh pada bulan Februari tahun ini Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten menghimbau kepada warga Klaten untuk mewaspadai ancaman bencana hujan deras disertai terjangan angin kencang. Untuk itu, warga yang tinggal di kawasan rawan angin ribut diminta untuk waspada dan melakukan antisipasi sejak dini.

“Berdasarkan ramalan cuaca, pada awal Februari ini, curah hujan masih tinggi. Jadi kewaspadaan pada ancaman banjir dan angin ribut masih harus ditingkatkan,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Sri Winoto, Selasa (3/2/2015).

Awal bulan Februari ini, angin ribut yang melanda Klaten telah menyebabkan puluhan pohon tumbang. Bahkan ada pohon yang roboh menimpa rumah penduduk dan mengenai tiang listrik sehingga mengakibatkan aliran listrik terputus. Pohon tumbang juga menyebabkan akses jalan terputus.

Berdasarkan data yang dihimpum Joglosemar dari Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Klaten, angin ribut mengamuk di sejumlah kecamatan antara lain, Manisrenggo, Kalikotes, dan Bayat. Penanganan pasca bencana dilakukan oleh BPBD, SAR, TNI/Polri, kelompok relawan.

“Ancaman hujan dan angin ribut masih tinggi sehingga harus diantisipasi. Bila ada pohon tinggi yang sudah lapuk atau membahayakan, sebaiknya dipangkas saja. Bila dibiarkan akan membahayakan rumah atau orang yang lewat atau berteduh di bawahnya,” tegas Sri Winoto.

Sementara itu, BPBD juga melakukan pemantauan tanggul di sepanjang alur Kali Dengkeng. Mereka menemukan tanggul di Desa Tlingsing, Kecamatan Cawas yang longsor di beberapa bagian. Namun longsoran masih kecil. Meski demikian, masyarakat di sekitar tanggul diminta waspada, karena diperkirakan curah hujan masih tinggi.

“Selain ancaman bencana yang disebabkan oleh angin dan longsor. Kita juga terus melakukan pemantauan dibeberapa lereng Gunung Merapi yang rawan akan bencana banjir lahar dingin,”pungkasnya.

Dani Prima