JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Rahayu Saraswati Tantang Jokowi dan Jusuf Kalla Basmi Koruptor

Rahayu Saraswati Tantang Jokowi dan Jusuf Kalla Basmi Koruptor

331
BAGIKAN
Ilustrasi
Ilustrasi

SRAGEN– Wakil Ketua DPP Gerindra, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo meminta Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla untuk menunjukkan kebijakan dan perilaku mendukung pemberantasan korupsi yang masih marak di negeri ini. Selain itu, anggota legislatif di Komisi VIII DPR RI itu juga meminta pemerintah lebih memperjuangkan alokasi anggaran untuk rakyat dan mengurangi penggunaan anggaran untuk membayar hutang negara yang tidak jelas.
Dua hal itu disampaikan Rahayu saat melakukan sosialisasi nilai-nilai kebangsaan di hadapan ratusan tokoh masyarakat, dan pejabat penyelenggara pemerintahan di Pungkruk, Sidoharjo, Sragen, Sabtu (7/2/2015). Ia mengatakan masih kentalnya budaya money politik di masyarakat dan banyaknya praktik korupsi di Indonesia adalah salah satu bukti adanya degradasi nilai kebangsaan.
Selain menggencarkan penanaman nilai kebangsaan kepada anak-anak lewat kurikulum, perlu ada perombakan sistem birokrasi dan pola pikir masyarakat serta kehadiran figur-figur yang berani membuat gebrakan untuk mengatasi dua kendala tersebut.
“Sampai-sampai pemilihan Kades saja luar biasa money politiknya. Makanya Presiden Jokowi dan Wapres harus berani tunjukkan kebijakan yang mendukung pemberantasan korupsi,”  ujarnya.
Selain itu, ia juga akan berjuang lewat komisi VIII dan fraksi Gerindra di DPR RI untuk mengawal agar ploting anggaran di APBN ke depan benar-benar berpihak ke rakyat. Sebab menurutnya alokasi APBN 2015 ini masih banyak ketimpangan seperti minimnya anggaran untuk Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) yang hanya Rp 200 miliar, lebih kecil dibanding anggaran pembangunan untuk satu wilayah. Ia maupun Gerindra juga sepakat untuk menolak jika ada alokasi APBN-Perubahan 2015 yang akan digunakan untuk membayar utang negara yang tidak jelas.

Ketua DPC Gerindra Sragen, Nawonggo Pramudyo menambahkan selain sosialisasi nilai kebangsaan, kehadiran Rahayu itu juga dalam rangka serap aspirasi serta keluhan dari warga yang datang dari berbagai wilayah kecamatan itu. Menurutnya lewat forum seperti itu diharapkan keluh kesah dan problem dari kalangan masyarakat di Sragen bisa dihimpun dan diperjuangkan lewat jalur legislasi di pusat.
“Tentu ini sesuatu yang baik karena dengan sering ke lapangan, mendengar aspirasi petani, masyarakat nantinya akan bisa dibawa ke pusat. Kalau untuk Sragen karena basisnya masih pertanian, aspirasi yang diperjuangkan mungkin lebih banyak ke sektor pertanian dulu,” jelasnya.

ANTARA