JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Ramaikan Bursa Bakal Calon Walikota Solo, Status PNS Anung Disoal

Ramaikan Bursa Bakal Calon Walikota Solo, Status PNS Anung Disoal

300
BAGIKAN
Ilustrasi
Ilustrasi

SOLO -Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Bapermas P3A dan KB) Anung Indro Susanto bisa diberhentikan dengan tidak hormat sebagai Pengawai Negeri Sipil (PNS). Kemungkinan ini menyusul langkahnya mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon (Balon) Walikota Solo melalui PDIP beberapa waktu lalu.

Sampai, Minggu (15/2/2015) baik Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Hari Prihatno maupun Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo belum menerima pengajuan pengunduran diri Anung sebagai seorang PNS.

“Jika PNS mendukung salah satu parpol, menggunakan fasilitas Negara untuk Parpol maka bisa diberhentikan secara tidak hormat sebagai PNS. Kita mengacunya pada PP Nomor 53 Tahun 2010,” tegas Kepala BKD Hari Prihatno saat ditemui Joglosemar dikawasan Benteng Vastenburg, Minggu (15/2/2015).

Meski demikian Hari mengaku  masih menunggu apakah langkah Anung hanya sekedar mendaftar secara administrasi sebagai bakal calon PDIP atau sudah masuk menjadi anggota partai. “Kalau daftar tetapi tidak menjadi anggota Parpol tidak masalah, tetapi kalau sudah menjadi anggota ya harus keluar (dari PNS) dulu. Dan kalau sudah mendaftar di KPU juga harus keluar, karena otomatis sudah menjadi anggota partai,” terangnya.

Ditanya soal pengajuan pengunduran diri Kepala Bapermas P3A dan KB itu, Hari mengatakan belum menerima surat surat pengunduran diri Anung. Selain ke BKD, kata dia, surat pengunduran diri juga bisa langsung diajukan ke Walikota. Namun demikian saat dikonfirmasi Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmosaat mengatakan  juga belum menerimanya. “Saya belum menerima surat pengunduran diri Pak Anung, tapi kalau mau mendaftar seharusnya beliau konsultasi dulu. Apakah itu melanggar atau tidak,” kata Rudy.

Ari Purnomo