JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Ratusan Kambing dan 2,2 Ton Beras Disiapkan untuk Haul Habib Ali

Ratusan Kambing dan 2,2 Ton Beras Disiapkan untuk Haul Habib Ali

539
BAGIKAN
PERSIAPAN HAUL - Sejumlah panitia memasak makanan untuk digunakan haul di Masjid Riyadh, Solo, Rabu (19/2). Joglosemar/Abdullah Azzam
PERSIAPAN HAUL – Sejumlah panitia memasak makanan untuk digunakan haul di Masjid Riyadh, tahun lalu. Azzam

SOLO – Panitia Peringatan Haul Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi menyediakan sekitar 200- 300 ekor kambing dan 2,2 ton beras. Semua dipakai untuk membuat nasi kabuli guna menjamu ribuan jamaah yang datang dalam peringatan haul ini.

“Ada sekitar 200-300 ekor kambing dan 2,2 ton beras yang kami siapkan, itu rata-rata tiap pelaksanaannnya. Sebagai tuan rumah kami wajib menjamu seluruh tamu yang datang, nantinya ini untuk dibuat nasi kabuli,” ujar salah satu keturunan Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi, Mustofa Mulahela kepada Joglosemar saat ditemui, Minggu (8/2/2015).

Dari jumlah kambing yang ada ini dipotong atau disembelih dibeberapa tempat tidak hanya di satu tempat saja. Ini dilakukan untuk pemerataan agar mereka juga mendapatkan penghasilan atau keuntungan dari peringatan haul ini.

“Disembelihnya itu dibeberapa tempat, seperti berapa ekor kambing di Semanggi lalu lainnya ditempat lain. Kami ingin peringatan ini ikut berdampak bagi perekonomian masyarakat, lihat saja didaerah dekat Masjid Riyadh masyarakat sudah mulai persiapan dengan memasang stan atau dijadikan penginapan,” katanya.

Menurutnya, persiapan untuk memasak ini sudah mulai dipersiapan sejak beberapa hari lalu dan baru akan mulai dimasak, Senin (9/2) besok. Memang sudah ada aktivitas memasak tapi belum begitu banyak saat puncaknya, karena sudah ada  tamu yang datang sejak Sabtu (7/2) kemarin. Perlengkapan ini semua berasal dari keluarga dan juga bantuan dari para donatur yang sengaja menyumbangkan untuk peringatan Haul Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi.

“Puncak masaknya itu mulai Senin (9/2) besok, kalau yang masak itu dari keluarga dan dibantu masyarakat sekitar. Tamu sudah mulai datang sejak Sabtu (7/2) kemaren tapi baru beberapa saja dan Senin (9/2) mulai berdatangan, untuk anggarannya tidak bisa diprediksi habis berapa,” katanya.

Tamu yang ada datang itu sengaja datang sendiri mencari keberkahan, karena memang pihaknya tidak menyebarkan undangan untuk siapa pun. Yang datang pun dari berbagai daerah di Indonesia bahkan dari luar negeri juga, seperti Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam sampai negara arab.  Untuk memberikan pelayanan buat mereka, makanya seluruh tamu yang datang itu disambut dengan persediaan yang dimiliknya dengan maksimal.

“Mereka yang datang itu dari berbagai lapisan masyarakat. Sebisa mungkin mereka kami sambut salah satunya dengan nasi kabuli, nanti dibagikan setelag acara selesai,” pungkanya.

Ari Welianto