JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Ratusan Kepala Dusun di Sleman Tuntut Tanah Lungguh Lebih Besar

Ratusan Kepala Dusun di Sleman Tuntut Tanah Lungguh Lebih Besar

324
BAGIKAN

 

Ilustrasi | Joglosemar|Ario Bhawono
Ilustrasi | Joglosemar|Ario Bhawono

SLEMAN  – Ratusan kepala dusun se-Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (18/2/2015), mendatangi kantor bupati setempat untuk menuntut tunjangan penghasilan.

Kedatangan para kadus itu, diterima Kabag Pemdes Sleman Mardiono di ruang kerjanya bersama 10 perwakilan mereka.

Wakil Ketua Paguyuban Kadus Sleman Sukarjo menyampaikan tuntutan mengenai tunjangan penghasilan bagi kepala desa dan perangkat desa yang diatur dalam Peraturan Bupati Sleman Nomor 7 tahun 2015.

“Pada pasal 5 mengenai perbandingan penghasilan tambahan kepala desa tujuh bagian, sekretaris desa lima bagian, perangkat desa empat bagian, sedangkan kadus mendapat dua bagian yang dialokasikan sebagai tanah bengkok/lungguh,” katanya.

Menurut dia, pembagian itu yang menjadi tuntutan para kadus agar diubah menjadi empat bagian sama dengan perengkat desa mengingat tugas dan tanggung jawab kadus yang begitu berat saat ini.

Para kadus memberikan tenggat waktu secepatnya untuk dapat ditindak lanjuti tuntutan mereka, paling tidak diajak membahas bersama sebelum peraturan bupati dilaksanakan.

“Namun bila tidak mendapat respons yang positif, mereka berjanji akan mengajak seluruh kadus di Kabupaten Sleman untuk datang lagi menagih janji,” katanya.

Mardiono menampung semua aspirasi para kadus untuk dibahas dalam forum pimpinan guna mengakomodasi tuntutan mereka.

Selanjutnya, para kadus secara keseluruhan diterima Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu di Pendopo Parasamya Sleman.

Yuni pada kesempatan itu, menenangkan para kadus dengan menyatakan bahwa tuntutan yang disampaikan mereka akan dibahas bersama bupati.

Namun, katanya, karena bupati sedang berada di luar kota sehingga mereka dimohon bersabar dan tetap melaksanakan tugas pelayanan kepada masyarakat.

“Sehingga tugas pelayanan tidak terganggu,” katanya.

Antara | Victorianus SAt Pranyoto