JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Razman, Pengacara Budi Gunawan Ternyata Pernah Divonis Pidana 3 Bulan Penjara

Razman, Pengacara Budi Gunawan Ternyata Pernah Divonis Pidana 3 Bulan Penjara

262
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

JAKARTA– Salah satu kuasa hukum Kommjen Pol Budi Gunawan yaitu Razman Arif Nasution pernah divonis pidana penjara selama 3 bulan terkait kasus penganiayaan. Namun hingga kini, dia belum menjalani hukuman. Apa penjelasannya?

“Jadi harus ada dalam amar putusan harus ditulis sesuai pasal 197 itu. Kan di situ tidak ada perintah penahanan,” kata Razman saat dikonfirmasi, Rabu (4/2/2015).

Pasal 197 yang dimaksud Razman ada di KUHAP. Di dalamnya tertulis, amar putusan harus memuat beberapa hal terkait perkara. Dia mengklaim di putusan MA, tidak ada soal hukumannya.

Putusan MA tentang Razman bernomor 1260 K/Pid/2009. Di situ tertulis, Razman didakwa telah melakukan penganiayaan terhadap Nurkholis Siregar di Kompleks DPRD Cemara Madina Blok C, Mandailing Natal pada bulan November 2004. Razman kemudian diadili di Pengadilan Negeri Padangsidempuan dan dinyatakan bersalah sesuai pasal 335 ayat (1) ke-1 KUHP tetapi dia tidak dikenai pidana penjara.

Kemudian di Pengadilan Tinggi Sumatera Utara, Razman dijatuhi pidana selama 3 bulan penjara. Atas putusan itu Razman mengajukan kasasi pada 7 April 2009 dan ditolak oleh majelis hakim yang diketuai hakim agung M Taufik dan hakim anggota Dirwoto serta Abdul Ghani Abdullah. Putusan itu diketok pada 19 Januari 2010.

Namun, hingga kini, Razman belum dieksekusi untuk menjalankan hukuman. Di dalam putusan, MA hanya memutuskan menolak kasasi. Di beberapa kasus, ini diartikan menguatkan putusan Pengadilan Tinggi yaitu pidana penjara selama 3 bulan.

“Sebenarnya saya belum terima putusan MA itu, tapi begitu saya lihat di media, kita pro aktif. Kita cari dan kita pelajari,” ucap Razman.

Selain itu Razman juga mengaku telah berdamai dengan korban. Dia menyebut korban adalah keponakan dia sendiri.
“Kami sudah berdamai. Itu saya dengan keponakan saya, Nurkholis,” ucapnya.
detikNews|Dhani Irawan