JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Rencana Pembangunan Jembatan Jebres-Sabrang Lor Dinilai Tak Mendesak

Rencana Pembangunan Jembatan Jebres-Sabrang Lor Dinilai Tak Mendesak

582
BAGIKAN
JEMBATAN ABANG – Warga melintasi Jembatan Abang yang menghubungkan Desa Bolali, Wonosari, Klaten dan Blimbing, Gatak, Sukoharjo, beberapa waktu lalu. Joglosemar/ Murniati
Ilustrasi. Joglosemar/ Murniati

SOLO-Rencana pembangunan jembatan penghubung Jebres Tengah-Sabrang Lor , Jebres dinilai tak mendesak dilaksanakan. Bahkan kebradaan jembatan tersebut terkesan dipaksakan karena tak didukung kajian yang kuat.

Jembatan yang menghubungkan dua kampung itu membutuhkan anggaran sebesar Rp 3,8 miliar. Namun, dalam APBD 2015 baru disediakan dana sebesr Rp 2,4 miliar.

Sekretaris Komisi II Supriyanto mengatakan, alokasi anggaran tersebut terlalu besar dibanding dengan nilai kemanfaatan yang bakal diperoleh. Komisi II juga telah mengecek lokasi pembangunan pada Rabu (10/2/2015).

“Kawasan di sini termasuk sepi. Kebutuhannya tidak terlalu tinggi, jadi sebenernya ini tak mendesak. Sejak awal penganggaran sudah saya tolak, namun lolos juga,” kata dia, kepada wartawan

Menurutnya,jalur tersebut nilai keekonomiannya rendah. Dari sisi kepadatan lalu lintas, kawasan tersebut juga tak terbilang tinggi.

“Keberadaannya tak signifikan. Anggarannya juga terlalu besar, karena untuk jembatan lingkungan cukup Rp 1 miliar saja. Seharusnya bisa dialihkan ke kawasan Solo utara, seperti di Glingan atau Kali Pepe yang lebih membutuhkan,” kata dia.

Ketua Komisi II YF Sukasno justru meminta Dinas Pekerjaan Umum (DPU) segera merealisasikan proyek yang sudah dianggarkan. Menurutnya, akses tersebut memudahkan warga dan mahasiswa unutk menuju kampus.

“Karena akses terbatas jadi terlihat sepi. Nanti kalau jembatan sudah dibuat pasti jadi jalur alternatif pilihan. Ini juga untuk memecah arus di Jembatan Kandang Sapi,” katanya.

Sementara DPU tengah mempersiapkan pengajuan izin pembangunan jembatan tersebut ke Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) RI. Hal itu menjadi syarat pemanfaatana bangunan di atas sungai.

“Saat koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) terkait pembangunan jembatan itu, ternyata ada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum yang mewajibkan adanya izin terlebih dahulu. Kami juga baru tahu kalau itu sudah diterapkan sejak 2008,” Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan Joko Supriyanto.

Pemkot diminta mengirim detil gambar untuk mendapat persetujuan dari KemenPU, melalui BBWSBS. Nantinya setelah izin keluar, maka tahapan pelaksanaan proyek baru bisa dilaksanakan.

Pembangunan jembatan sepanjang 40 meter itu disiapkan dengan lebar 8 meter. Di sisi kanan kiri jembatan akan disisakan untuk trotoar selebar masing-masing satu meter. Jalan lingkungan menuju jembatan tersebut nantinya juga akan ditingkatnya kelasnya.

“Kami sudah sosialiasi ke kelurahan. Untuk sisi Jebres Tengah tidak ada persil yang kena. Sementara di sisi Sabrang Lor terdapat persil berupa dua bidang tanah. Satu berupa lahan kosong, yang satunya ada bangunan rumah lama,” jelasnya.

Dini Tri Winaryani