JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Rendah, Serapan Tenaga Kerja Difabel di Boyolali

Rendah, Serapan Tenaga Kerja Difabel di Boyolali

211
BAGIKAN
Warga difabel memberikan setangkai bunga pada pengendara jalan, Rabu (03/12/2014) di pertigaan Sriwedari Solo. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Hari Difabel Internasional | Foto: Maksum N F
Warga difabel memberikan setangkai bunga pada pengendara jalan, Rabu (03/12/2014) di pertigaan Sriwedari Solo. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Hari Difabel Internasional | Foto: Maksum N F

BOYOLALI – Meski sudah diamanatkan Perda tentang Difabel, namun sampai saat ini serapan tenaga kerja difabel pada perusahaan-perusahaan di Boyolali masih rendah. Setidaknya, dari 6.873 warga difabel Boyolali, yang terserap kerja formal kurang dari satu persen.

Demikian diakui Joko Santoso, Kabag Ketengakerjaan dan hubungan Industrial, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertran) Boyolali, Selasa (10/2/2015). Meski demikian menurut Joko, belum terserapnya difabel lantaran tidak sesuai dengan kualifikasi persyaratan yang dibutuhkan perusahaan.

“Faktor inilah yang paling menentukan kurangnya serapan mereka di perusahaan,” ungkap Joko.

Padahal sesuai dengan UU 4/1997, diamanatkan dari 100 orang tenaga kerja di perusahaan, wajib mempekerjakan satu difabel. Dengan banyaknya perusahaan di Boyolali yang membutuhkan ribuan tenaga kerja.

Dikatakan dia, minimnya serapan tenaga kerja difabel, lanjut Joko, juga dikarenakan kebanyakan mereka lebih berminat untuk berwirausaha secara mandiri, baik secara kelompok maupun individu.

Ario Bhawono