JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Renggut Nyawa, Masyarakat dan Pesilat di Sragen Basmi Sarang Nyamuk

Renggut Nyawa, Masyarakat dan Pesilat di Sragen Basmi Sarang Nyamuk

419
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

SRAGEN– Mengganasnya wabah demam berdarah (DB) yang sudah merenggut 3 korban jiwa membuat Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) dan warga masyarakat terus menggencarkan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara massal. Sementara, dari hasil pengamatan di lapangan, masih banyak rumah warga yang ditemukan positif jentik dengan mayoritas temuan berada di bak kamar mandi.
Gerakan PSN massal itu salah satunya terlihat di Desa Jurangjero, Kecamatan Karangmalang, Minggu (16/2/2015). Tak kurang dari 200an anggota komunitas persatuan setia hati teratai (PSHT) bersama dengan warga dan bidan desa setempat menggelar kegiatan PSN massal di Dukuh Purwosari RT 6 dan 7 menyusul temuan kasus DB yang menjangkiti warga setempat dalam beberapa hari terakhir.
Ketua PSHT Rayon Jurangjero, Adnan Terry mengungkapkan kegiatan PSN itu digelar sebagai bentuk kepedulian komunitasnya terhadap fenomena maraknya wabah DB di Sragen dan juga di wilayahnya. Selain membantu membersihkan lingkungan, pekarangan dan tempat-tempat kumuh, anggotanya bersama bidan desa juga melakukan pengamatan jentik ke rumah warga serta membagikan bubuk abate ke sekitar 200 rumah warga di RT 6 dan 7 Purwosari.
“Ini memang salah satu bagian dari program setia hati berbagi. Bahwa kami ingin memberikan kontribusi positif dan mendekatkan kepada warga melalui bakti sosial seperti ini. Tadi kami juga membantu antinyamuk kepada warga tidak mampu. Harapannya, dengan kegiatan seperti ini bisa mencegah adanya wabah DB di wilayah kami dan membudayakan masyarakat hidup sehat,” ujarnya di sela kegiatan.
Tokoh masyarakat Jurangjero, Edi Suryanto menambahkan kegiatan PSN massal itu juga merespon adanya kasus DB yang menjangkiti empat warga di Dukuh Purwosari dalam sepekan terakhir. Meski sebagian sudah sembuh, munculnya DB itu sedikit banyak sudah meresahkan warga sehingga membuat pihaknya tergerak bersama PSHT untuk menggelar aksi PSN.
Sementara, salah satu bidan desa setempat, Nanik Tri Hastuti menyampaikan dari pengamatan ke beberapa rumah warga, ternyata masih banyak yang ditemukan positif jentik. Mayoritas temuan jentik ada di bak kamar mandi dan WC.
“Dari beberapa rumah yang kami periksa, kebanyakan bak mandinya ada jentiknya. Makanya tadi kami sarankan agar rutin dikuras minimal 2-3 kali dalam seminggu. Karena nyamuk aides aigepty itu senang bertelur di air jernih yang menggenang,” jelasnya.
Wardoyo