JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Retno Wulandari Luncurkan Buku Media Darling ala Jokowi

Retno Wulandari Luncurkan Buku Media Darling ala Jokowi

373
BAGIKAN
Retno Wulandari
Retno Wulandari

SOSOK Retno Wulandari selama ini lebih dikenal sebagai praktisi public relations yang telah bekerja di dunia perhotelan selama 14 tahun. Tetapi, jika mengenal sosoknya lebih dekat lagi, Retno ternyata tidak hanya lihai dalam perannya untuk berhubungan dengan berbagai orang. Namun, juga keterampilannya dalam mengolah kata-kata yang berwujud sejumlah gagasan dan buku.

Ia pun akhir tahun lalu baru saja me-launching karya bukunya berjudul Media Darling ala Jokowi: Menjadi Sosok yang Disukai Media, yang disajikan ke dalam 182 halaman. Retno mengungkapkan, buku pertamanya tersebut bukan hanya menjadi medianya untuk berbagai pengalamannya, akan tetapi juga sebagai sarana berbagi kepada masyarakat luas, khususnya bagi para praktisi perusahaan dan akademisi komunikasi.

”Saya sudah hobi menulis sejak kecil. Terutama tulisan yang berbau gagasan, bukan fiksi. Saya ingin menghidupkan budaya baca dan tulis,” ungkapnya kepada Joglosemar saat ditemui usai acara Bincang Buku Media Darling ala Jokowi, di Omah Sinten Resto Senin (23/2/2015).

Perempuan kelahiran 20 November 1969 ini menceritakan, buku Media Darling ala Jokowi tersebut tercetus dalam perjalanannya berkiprah sebagai seorang public relations manager. Lewat pekerjaannya itulah, ia bertemu dengan sosok Jokowi, yang ketika itu masih menjabat Walikota, dan mempunyai kedekatan bersama insan media dengan cara berbeda.

Jokowi dianggapnya mempunyai personal branding yang kuat, dan memiliki teknik memahami dan bekerja sama dengan dunia media massa dengan baik. Jokowi pun dianggap sebagai kesayangan media atau media darling. Jokowi dinilai lihai dalam ”membeli” media. Padahal ada segelintir orang yang mampu membeli media, tetapi tidak pernah menjadi media darling.

Lantas dari sana, Retno pun mulai mengikuti jejak karier Jokowi semenjak duduk Walikota, melangkah ke Gubernur DKI Jakarta, hingga sebagai Kepala Negara Republik Indonesia. Mulai dari tahun 2010, ia pun kemudian mengumpulkan data dan merekam berbagai kegiatan yang dilakukan oleh Jokowi. Jejak rekaman itu pun, ia tulis sementara di dalam blog-nya yakni retnowulan.net. Lalu, kompilasi dari perjalanan sang presiden mulai dikerucutkannya pada November 2013, dan mulai dibukukan pada September 2014.

”Berbekal pengalaman berinteraksi dengan pekerja pers dan narasumber yang menjadi perhatian awak media, saya pun memberanikan diri untuk menulis buku. Sebenarnya buku Media Darling bukan menggambarkan Jokowi secara menyeluruh, namun sosok Jokowi ini hanya saya jadikan sebagai contoh kasus dari media darling. Media Darling mengulas beragam teknik yang berkaitan dengan media darling secara lengkap,” paparnya.

Lewat buku ini, istri dari Ery Yahya itu mengemukakan, di  era serba informasi ini, sebuah perusahaan atau seseorang perlu mempelajari bagaimana mengelola teknik komunikasi yang efektif dengan media massa. Agar hubungan yang tercipta berlangsung profesional, berkelanjutan, dan saling menghargai.

”Awalnya buku ini kami persembahkan sebagai panduan pembelajaran ke mahasiswa saya. Tetapi, saya melihat buku ini juga perlu saya bagikan kepada publik, lantaran masih banyak perusahaan yang belum memanfaatkan peran besar media massa secara benar,” pungkas alumni Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo ini.

Paramita Sari Indah