JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Rp 40 Miliar Disiapkan untuk Bebaskan Lahan Pembangunan Waduk Gondang

Rp 40 Miliar Disiapkan untuk Bebaskan Lahan Pembangunan Waduk Gondang

243
BAGIKAN
Ilustrasi: Maksum Nur Fauzan
Ilustrasi: Maksum Nur Fauzan

KARANGANYAR – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan menyediakan anggaran senilai Rp 40 miliar untuk pembebasan lahan proyek pembangunan Waduk Gondang. Dana tersebut bakal dialokasikan untuk membebaskan lahan seluas 88,25 hektare yang masing-masing dimiliki PTPN IX Batujamus, pemerintah desa dan pribadi.

Menurut Satuan Kerja Pembebasan Lahan Proyek Pembangunan Waduk Gondang Kementrian PU, Ali Rahman mengemukakan anggaran tersebut akan dibayarkan usai proses pengukuran, penaksiran lahan dan negosiasi selesai.
“Anggaran tersedia sebesar Rp 40 milyar. Jika memang perkiraan kebutuhan pembebasan lahan melebihi ketersediaan dana, kami akan mengajukan tambahan di APBN perubahan sebesar Rp 15 miliar,” ungkap Ali dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Pengadaan Tanah Pembangunan Waduk Gondang di Kantor Pertanahan Nasional Kabupaten Karanganyar, Senin (9/2/2015).
Sesuai dengan pemetaan, 88,25 hektare lahan bakal Waduk Gondang masing-masing milik PTPN IX Kerjoarum Batujamus seluas 43,87 hektare, milik umum atau desa seluas 5,71 hektare dan milik privat atau warga seluas 38,67 hektare. Sedianya, sosialisasi pengukuran lahan akan dimulai pekan ini di wilayah terdampak megaproyek tersebut, yakni Desa Ganten dan Desa Gempolan, Kecamatan Kerjo serta Desa Jatirejo Kecamatan Ngargoyoso.
“Kami hanya akan memberikan informasi terkait keperluan untuk pengkuran lahan. Untuk nilai kompensasi pindah bukan menjadi pembahasan kami,” sebut Ali.
Sejauh ini, satuan kerja telah memasang pasak penanda yang mengelilingi batas luar lahan tersebut untuk memudahkan petugas dalam
mengukur sebagaimana kepemilikan. Meski demikian, Ali tak menyangkal bakal ada kendala yang dihadapi petugas selama melakukan pengukuran tanah nanti. Salah satunya, relokasi hunian warga yang sudah mereka temukan selama pengerjaan di tanah PTPN IX, yakni tentang relokasi hunian warga.
“Mereka bersedia pindah, namun bersikeras tetap ingin tinggal di area proyek. Ini jelas tidak mungkin,” ucapnya.
Pembebasan lahan tersebut ditargetkan selesai pada 2015 untuk dapat segera melanjutkan pengerjaan fisik selama setahun berikutnya. Dengan begitu, proses pembangunan Waduk Gondang bertujuan menyuplai kebutuhan irigasi pertanian di wilayah Sragen dan Karanganyar itu segera dipercepat.
Sementara itu, Kepala Kantor Pertanahan Nasional Kabupaten Karanganyar Dwi Purnama mengatakan, selama proses pengukuran tanah akan dilakukan pula lidentifikasi bangunan serta tanaman yang bernilai ekonomis. Lebih lanjut, proses akan dilanjutkan dengan penaksiran nilai aset oleh tim appraisal.
“Nanti hasil data akan diumumkan secara terbuka selama 14 hari. Kami juga akan memberikan kesempatan bagi para pemilik aset untuk melakukan sanggahan,” jelasnya.
Putradi Pamungkas