JOGLOSEMAR.CO Berita Utama RSUD Karanganyar Akan Dinaikkan Statusnya Menjadi Tipe B

RSUD Karanganyar Akan Dinaikkan Statusnya Menjadi Tipe B

290
BAGIKAN
PASIEN MENGANTRE—Puluhan pasien di RSUD Karanganyar terlihat duduk menunggu antrean untuk berobat, Senin (21/10). Ahmad Rodif Hafidz
PASIEN MENGANTRE—Puluhan pasien di RSUD Karanganyar terlihat duduk menunggu antrean untuk berobat, Senin (21/10). Ahmad Rodif Hafidz

KARANGANYAR – Upaya untuk menaikkan status tipe RSUD Karanganyar dari C ke B mendapat respon positif dari kalangan DPRD setempat.

Namun demikian, upaya tersebut butuh perjuangan esktra lantaran rancangan dana yang dianggarkan mencapai Rp 230 miliar. Wakil Ketua DPRD Karanganyar Eko Setyono menilai, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar wajib melakukan lobi secara optimal kepada Propinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Pusat untuk dapat mengucurkan bantuan dana, menutup kebutuhan amat besar tersebut.

“Alokasi anggaran dari pusat dan propinsi salah satu dasarnya adalah ajuan dari kabupaten. Maka sebaiknya Pemkab Karanganyar berkomunikasi dengan pusat dan propinsi secara optimal. Sehingga, ada suntikan bantuan dana yang masuk,” ujar Eko, Minggu (15/2/2015).

Politisi Partai Golkar ini mengatakan, sejauh ini dukungan APBD Kabupaten, hanya terbatas pada perluasan lahan rumah sakit saja. Namun demikian, target waktu kenaikan status RSUD Karanganyar dalam lima tahun ke depan, dinilainya bukan soal realistis atau tidak. Terpenting, adalah mewujudkan target tersebut.

“Untuk meningkatkan sarana dan prasarana jelas tidak akan mampu. Maka lobi itu sangat penting,” sebutnya.

Terkait pelayanan rumah sakit yang kini tergolong belum sepenuhnya memuaskan, Eko melihat salah satu faktornya adalah kurangnya tenaga medis dan peralatan penunjang. Di sisi lain, rekrutmen pegawai baru terganjal moratorium CPNS. Namun demikian, status rumah sakit sebagai badan layanan umum daerah (BLUD) diharapkan mampu menutup dampak kurangnya tenaga medis itu.

“RSUD bisa misalnya dengan mengontrak dokter spesialis dan tenaga medis lainnya. Mereka bisa menjalin kontak dengan pihak lain,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Karanganyar G Maryadi mengungkapkan, sejauh ini pihaknya hanya memiliki 23 dokter spesialis berstatus PNS, dan dua lainnya berstatus non PNS. Jumlah tersebut terbilang minim untuk mengampu pelayanan terhadap mayoritas pasien peserta BPJS.

“Kami memiliki total 518 SDM, dimana 414 orang diantaranya berstatus PNS. Sedangkan, 104 orang lainnya berstatus non PNS,” urainya.

Putradi Pamungkas