JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Saat Dilelang, Harta Gayus Hanya Laku Rp 861 Juta

Saat Dilelang, Harta Gayus Hanya Laku Rp 861 Juta

215
BAGIKAN
Gayus Tambunan
Gayus Tambunan

JAKARTA– Kejaksaan Agung kembali melelang harta rampasan dari terpidana kasus korupsi Gayus Halomoan Partahanan Tambunan. 3 Aset berupa apartemen di Graha Cempaka Mas atas nama Julianawaty Lodra, mobil Honda Jazz tahun 2008 dan mobil Ford Everest 2008 langsung laku terjual.

Apartemen seluas 74 m2 yang terletak di tower A1 Graha Cempaka Mas ini laku terjual sebesar Rp 645 juta dari harga limit Rp 642.434.700. Uang jaminan untuk apartemen tersebut sebesar Rp 600 juta. PT Tazar Guna Mandiri sebagai peserta tunggal penjualan apartemen tersebut memenangkan lelang tanpa melakukan penawaran.

“Kami tawarkan sebesar Rp 645 juta untuk Pak Tazar sebagai Direktur Utama PT Tazar Guna Mandiri. Setuju ya Pak? Untuk negara ini,” kata pejabat lelang, Suryosumpeno di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta IV, Jl Prapatan, Jakarta Pusat, Rabu (18/2/2015).

Tanpa pikir panjang, Tazar langsung menyetujui. Ia disambut tepuk tangan meriah. Kemudian lelang selanjutnya adalah mobil Honda Jazz warna biru tahun 2008 dengan nomor polisi B 52 MA. Harga limit mobil ini Rp 97.092.000 dengan uang jaminan Rp 90 juta. Mobil ini ditawarkan dengan harga Rp 98 juta oleh pejabat lelang. Namun laku dengan harga Rp 97.100.000 oleh peserta asal Bogor, Anis Puspitarini yang juga merupakan peserta tunggal.

Kemudian yang terakhir, mobil Ford Everest dengan nopol B 96 MG berhasil terjual dengan harga Rp 119.200.000. Sementara harga limit mobil sebesar Rp 119.067.900 dan uang jaminan Rp 100 juta. Sehingga total lelang kali ini sebesar Rp 861.300.000.

Pemenang lelang mobil Ford Everest ini adalah seorang mahasiswa Bandung, Hanggana Lutfan Hakim. Ia adalah putra dari pemenang lelang Honda Jazz, Anis Puspitasari.

Keduanya mengaku belum melihat kondisi fisik mobil. Namun mereka yakin mobil tersebut masih dalam kondisi bagus, sehingga mereka berani mengikuti lelang ini.

“Ibu belum pernah lihat mobilnya?” kata Suryosumpeno seraya tertawa.

“Nanti dilihat di Rumah Barang Rampasan (Rubasan) ya Bu. Lokasinya di belakang LP Cipinang,” imbuhnya.

Seluruh harta lelang ini tidak disertai dokumen. Pemenang lelang harus mengurus sendiri dokumen-dokumen terkait ke pihak yang berwenang.

“Pengurusan dokumen dapat dilakukan dengan membawa berkas Risalah Lelang dari kami,” tutur Sumpeno.

Lelang kali ini hanya diikuti oleh 3 orang peserta. Masing-masing menawar aset yang berbeda, sehingga ketiganya tak memiliki pesaing. Sumpeno mengakui, peminat lelang kedua ini memang tidak sebanyak lelang pertama yang dilakukan pada Desember 2014 lalu.

“Namun berapapun pesertanya, lelang tetap harus kita laksanakan,” ujar Sumpeno.
detiknews