JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Sama Seperti ISL, Kick Off Liga Spanyol Pernah Ditunda

Sama Seperti ISL, Kick Off Liga Spanyol Pernah Ditunda

222
BAGIKAN
Real Madrid
Real Madrid

JAKARTA – Penundaan kick-off kompetisi sebuah negara bukan hal luar biasa. Bahkan kompetisi sekelas Liga Spanyol pun pernah diundur pelaksanaannya dengan alasan yang penting.

Di musim 2011/2012, pekan pertama Liga Spanyol dimundurkan jadwalnya dari yang semula 20 Agustus menjadi 27 Agustus. Sebabnya, kala itu ada masalah besar yang belum terselesaikan.

Asosiasi pemain Spanyol (AFE) mengancam akan melakukan boikot kompetisi apabila tuntutan mereka, yaitu pelunasan gaji para pemain, tak kunjung diselesaikan. Ancaman boikot itu muncul setelah pertemuan terakhir di antara AFE dengan otoritas liga, sehari sebelum jadwal kickoff tidak menemui titik temu.

Karena belum ada kesepakatan, maka untuk pertama kalinya dalam 27 tahun, kompetisi Liga Spanyol dimulai tidak sesuai jadwal semula. Penundaan itu berlaku untuk La Liga dan Segunda Division — dengan total 42 klub.

Asosiasi pemain kala itu memaksa otoritas liga untuk memberi jaminan atas utang klub-klub kepada para pemainnya. Ternyata, sampai sebelum kick-off, lebih dari 200 pemain selalu telat digaji, atau bahkan belum dilunasi sepenuhnya selama dua tahun! Total utang klub-klub pada pemainnya mencapai 65 juta euro.

Setelah serangkaian pertemuan, ditemukan sebuah resolusi baru di antara pihak-pihak terkait, dan kompetisi bisa dimulai seminggu kemudian. Jadwal mengikuti yang sudah dibuat, dengan pengecualian pekan pertama yang dipindah ke bulan Januari/Februari.

Penundaan itu, dan perubahan jadwal tersebut tidak mengubah agenda pertandingan yang lain. Villarreal tetap memainkan babak kualifikasi Liga Champions, sedangkan Athletic Bilbao, Sevilla dan Atletico Madrid juga menjalani kompetisi Liga Europa-nya.

Di Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga pada Rabu (18/2) lalu memutuskan untuk menunda kick-off kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015. Alasannya, belum semua persyaratan administrasi dipenuhi klub-klub calon peserta, terutama yang menyangkut laporan keuangan seperti Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), pajak, dan kontrak pemain. Terkait pemain, selama ini pemain cenderung tidak punya kekuatan apabila hak-hak mereka diabaikan klub, terutama soal penunggakan gaji yang kerap terjadi.

Detik – Andi Abdullah