JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Sanksi Gembok Dianggap Belum Efektif Atasi Parkir Liar

Sanksi Gembok Dianggap Belum Efektif Atasi Parkir Liar

295
BAGIKAN
Petugas Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Surakarta melalukan penggembokan pada mobil yang parkir di rel kereta api Jl. Slamet Riyadi Solo, Senin (17/02/2015). Foto: Joglosemar/Maksum N F
Petugas Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Surakarta melalukan penggembokan pada mobil yang parkir di rel kereta api Jl. Slamet Riyadi Solo, Senin (17/02/2015). Foto: Joglosemar/Maksum N F

SOLO– Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Perparkiran Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Surakarta akan mengevaluasi pemberlakukan sanksi gembok sepeda motor maupun mobil.

Pasalnya, selama ini pemberlakuan sanksi gembok sepertinya belum memberikan efek jera kepada para pengguna kendaraan. Kondisi ini terlihat dari masih banyaknya kendaraan yang terkena sanksi ini saat UPTD bersama tim menggelar razia kendaraan.

Kepala UPTD Perparkiran M Usman kepada Joglosemar mengatakan, sanksi gembok ini ditujukan untuk memberikan efek jera kepada para pemilik kendaraan. Agar, mereka tidak sembarangan memarkirkan kendaraannya. Terlebih, parkir ditempat yang terlarang, seperti kawasan City Walk dan trotoar. Akan tetapi, selama ini meski sudah berulang kali ditertibkan masih saja ada kendaraan yang terkena razia.

“Makanya akan kita evaluasi, sebenarnya yang perlu diperbaiki itu apa?. Karena, sanksi gembok itu sebenarnya ditujukan untuk menertibkan dan memberikan efek jera pada pemilik kendaraan agar memarkirkan kendaraan ditempat yang sesuai. Tetapi, pada kenyataannya masih saja yang melanggar,” katanya.

Usman menambahkan, tidak mungkin UPTD Perparkiran akan terus melancarkan operasi kendaraan yang parkir sembarangan. Karena sanksi ini hanya untuk penindakan saja, sedangkan, untuk solusinya tetap harus dicarikan. “Kita harus mencarikan solusi, kenapa mereka sampai parkir ditempat yang terlarang. Apakah, memang tidak ada lahan parkir, atau gimana jadi kita harus carikan solusi,” katanya.

Kondisi ini seperti yang terlihat didepan RSUD Dr Moewardi, Jebres. Meskipun kawasan tersebut menjadi langganan rutin razia kendaraan, tetapi sampai sekarang masih saja banyak mobil yang parkir sembarangan. Padahal, kawasan tersebut jelas-jelas merupakan area larangan parkir. Terlebih, bagi kendaraan roda empat.

“Lha kenapa mereka masih memarkir mobilnya dijalur terlarang, kan ada kemungkinan di Moewardi juga tidak ada lahan parkir. Makanya mereka nekat parkir diluar, meski dengan resiko kena gembok. Nanti akan kita perbanyak rambu dikawasan tersebut, agar pemilik kendaraan mengetahui bahwa kawasan itu merupakan larangan parkir,” tuturnya.

Ari Purnomo