JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Satlantas Polres Sragen Bantah Lakukan Tilang Sembarangan

Satlantas Polres Sragen Bantah Lakukan Tilang Sembarangan

551
BAGIKAN
Ilustrasi
Ilustrasi

SRAGEN– Tim Satlantas Polres Sragen membantah ada item penilangan terhadap kelengkapan dop (tutup) pentil pada roda kendaraan bermotor dengan denda Rp 100.000. Mereka juga meminta kesadaran warga masyarakat untuk senantiasa menaati aturan lalu lintas dan tidak membenci aparat kepolisian yang menjalankan tugas penindakan dengan tilang.
Hal itu mengemuka dalam sosialisasi ketertiban berlalu lintas, ketentuan pelanggaran dan penindakan berdasarkan UU No 22/2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) yang digelar tim Satlantas Polres di SMKN 2 Sragen, Rabu (4/2/2015). Sosialisasi dipimpin langsung Kanit Laka Iptu Mashadi didampingi Baur STNK sekaligus anggota tim Dikyasa, Aiptu Bawani beserta dua personel Lantas lainnya.
Di hadapan ratusan pelajar tersebut, mereka memaparkan pentingnya mematuhi aturan berlalu lintas untuk mencegah kecelakaan serta menghindari penindakan tilang oleh aparat. Terlebih, selama tahun 2015 ini, Polda Jateng sudah menginstruksikan semua Polres termasuk Polres Sragen agar menggencarkan razia lalu lintas sepanjang tahun 2015 dengan tema berbeda-beda.
“Pelajar dan sekolah memang menjadi salah satu sasaran prioritas untuk sosialisasi, selain di perempatan traffic light yang sudah rutin kita lakukan. Selain tingkat kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas paling banyak didominasi usia produktif salah satunya pelajar, mereka adalah generasi muda yang perlu diselamatkan masa depannya. Kalau tidak memahami aturan berlalu lintas dan terjadi kecelakaan, kan bisa kehilangan masa depan,” papar Iptu Mashadi.
Aiptu Bawani menambahkan selain pesan kesadaran berlalu lintas, kesempatan sosialisasi seperti itu juga sangat berguna bagi polisi untuk meluruskan rumor miring yang mungkin banyak menyesatkan di masyarakat. Seperti rumor tentang penilangan sepeda motor yang tanpa dop pentil dan didenda Rp 100.000 yang belakangan berkembang di masyarakat, menurutnya hal itu sama sekali tidak benar dan tak pernah ada.
Ia juga berharap masyarakat jangan mudah apriori atau membenci aparat yang bertugas melakukan razia maupun menilang, karena pada prinsipnya mereka hanya menjalankan tugas negara untuk penegakan hukum di jalan raya. “Karena penilangan itu juga sudah ada prosedurnya. Kalau tertib dan sesuai aturan, pasti juga tidak akan ditindak. Semua itu juga demi ketertiban, keselamatan dan kelancaran masyarakat di jalan raya,” tandasnya.
Wardoyo