JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Sayap Jembatan Mlokolegi Ambrol

Sayap Jembatan Mlokolegi Ambrol

443
BAGIKAN
 Sayap Jembatan Mlokolegi, di Desa Celep, Kedawung mengalami ambrol dan longsor. Foto: Wardoyo
Sayap Jembatan Mlokolegi, di Desa Celep, Kedawung mengalami ambrol dan longsor. Foto: Wardoyo

SRAGEN– Sayap Jembatan Mlokolegi, di Desa Celep, Kedawung mengalami ambrol dan longsor sepanjang hampir 12 meter menyusul hujan deras yang mengguyur dua hari terakhir. Akibat musibah tersebut, akses transportasi antar kecamatan dari Gambiran, Sragen menuju Celep, Kedawung terpaksa harus ditutup untuk kendaraan roda empat.

Ambrolnya sayap jembatan penghubung antar desa dan kecamatan Sragen, Karangmalang serta Kedawung itu diketahui Selasa (10/2/2015) pagi. Bagian yang ambrol adalah bahu jalan dan tanah sayap jembatan sekira 12 meter, lebar dua meter dan kedalaman 6 meter.

Menurut warga, Sri Bekti, bahu jembatan tersebut ambrol sekira pukul 06.00 WIB. Sebelum kejadian, malamnya memang dilanda hujan deras yang membuat debit air sungai Mlokolegi meluap. Kondisi konstruksi jembatan yang sudah tua diduga membuat sayap dan bahu jembatan tak lagi kuat menahan derasnya arus sungai yang meluap.

“Tahunya tadi pagi pas mau lewat kok jembatannya sudah tidak bisa dilewati lagi karena separuh badan jembatan ambrol,” ujarnya kemarin.

Kades Celep, Agus Suwoyo mengatakan ambrolnya jembatan dikarenakan faktor usia dan pengaruh bencana hujan deras yang diduga membuat jembatan tak kuat menahan arus. Kejadian itu sudah dilaporkan ke dinas terkait yang kemarin langsung meninjau lokasi. Karena bagian yang longsor hampir separuh badan jembatan, berdasarkan kesepakatan warga dan aparat, untuk sementara jembatan hanya boleh dilalui oleh kendaraan roda dua.

“Kalau roda empat tadi sudah disepakati dialihkan karena kondisi jembatannya juga mengkhawatirkan. Harapannya segera  ada perbaikan karena itu akses penting,” paparnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen Zubaidi melalui Kabid Bina Marga, Hutomo Tomi Ramelan mengatakan sesaat setelah mendapat laporan, timnya langsung bergerak meninjau ke lokasi. Berdasarkan analisa dari lapangan, untuk sementara akan dilakukan penanganan darurat agar ambrol tidak meluas.

Sembari itu, tim juga akan menghitung taksiran kebutuhan anggaran untuk memperbaiki jembatan agar bisa pulih seperti sedia kala. Menurutnya kemungkinan anggaran perbaikan akan diupayakan diambilkan dari dana bencana alam yang sudah diplotkan di APBD 2015.

“Untuk pengamanan sementara, tadi sudah memasang rambu penunjuk arah dan larangan melintas bagi kendaraan roda empat. Lalu untuk mencegah ambrol meluas, mungkin akan dipasang bronjong terlebih dahulu agar tidak membahayakan pengendara roda dua. Sambil nunggu anggarannya,” terangnya.

Musibah longsornya jembatan itu juga membuat arus kendaraan macet beberapa jam sebelum kemudian dialihkan ke jalur lain. Kepolisian juga membantu pengamanan lokasi agar tidak terjadi kecelakaan pengendara.

Wardoyo