JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Sedimentasi Waduk Gajah Mungkur Dikhawatirkan Hambat Program Ketahanan Pangan

Sedimentasi Waduk Gajah Mungkur Dikhawatirkan Hambat Program Ketahanan Pangan

250
BAGIKAN

 

Waduk Gajah Mungkur
Waduk Gajah Mungkur

WONOGIRI – Sedimentasi Waduk Gajah Mungkur dinilai bisa menghambat tercapainya ketahanan pangan. Hal ini diutarakan Sekertaris Jendral Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas) saat melakukan kajian di Kabupaten Wonogiri.

Setjen Wantanas Laksamana Pertama Dharyanto mengatakan terdapat beberapa catatan dari kunjungannya di Wonogiri. “Kami bukan eksekutor, kami hanya menjaring aspirasi selanjutnya kami sampaikan pada pemerintah pusat,” ujarnya

Menurutnya, persolan Waduk Gajah Mungkur perlu mendapat perhatian. Menurutnya jika fasilitas pendukung ketahanan pangan seperti Waduk Gajah Mungkur tidak mendapat pemeliharan baik, maka dapat menghambat program ketahanan pangan. Terlebih waduk tersebut menjadi sumber irigasi bagi daerah sekitar Wonogiri.

Sementara itu, dalam pertemuan dengan Wantanas, Bupati Wonogiri Danar Rahmanto mengungkapkan topogafri 25 kecamatan di Wonogiri tergolong ekstrem.  Hal tersebut ditandai kondisi wilayah berupa gunung dan tebing.

“Kawasan Pracimantoro, Paranggupito, Puhpelem, Karang Tengah lahannya tidak produktif sebab mengandung kapur berlebih,” ungkapnya

Danar menyebut untuk menunjang program ketahanan pangan Wonogiri telah memiliki 18 hektar sawah lestari. Namun demikian manfaat irigasi dari Waduk Gajah Mungkur terbilang kecil. Menurutnya penerima manfaat dari Waduk Gajah Mungkur adalah wilayah di sekitar Wonogiri, seperti Sukoharjo, Karanganyar, Sragen dan kabupaten lainnya.

Arief Setiyanto