JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Selingkuhi Penyanyi, Kepala Desa Mlokomanis Wetan Dilabrak di Kantor

Selingkuhi Penyanyi, Kepala Desa Mlokomanis Wetan Dilabrak di Kantor

959
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

WONOGIRI- Romanuz Edy Prayitno terbilang nekat. Kepala Desa Mlokomanis Wetan Kecamatan Ngadirojo itu tidak berfikir panjang dengan jabatan yang disandangnya. Ia, tega berselingkuh dengan penyayi lokal di Wonogiri, padahal istrinya sedang mengandung.

Hubungan perselingkuhan antara Edy dan Tata alias Plenyek, warga Pathokan Kecamatan Ngadirojo konon sudah berlangsung cukup lama, sekitar 10 bulan. Perbuatan bejat kepala desa itu pun akhirnya terbongkar oleh Joko Mbuluk, yang tidak lain adalah suami Tata.

Kata Joko,  Edy sempat meminta maaf dan tidak akan mengulangi perbiuatannya. Namun belakangan, Edy kembali mengulangi perbuatan bejatnya. Karena merasa rumah tangganya terus dikoyak dan tak rela istrinya menjadi pelampiasan nafsu bejat Kades, ia pun melabrak Edy di kantornya, Rabu (4/2/2015).

“Dulu sudah saya maafkan. Malah di ulangi lagi maunya pak Polo (Kades) gimana,” ujarnya.

Dicecar pertanyaan tersebut, Edy tampak kelimpungan. Dia hanya menunduk dan mengakui semua tuduhan yang dilontarkan Joko. “Saya mengakui, saya salah, bagaimana pun saya salah. Saya hanya bisa meminta maaf,” ujarnya sambil tertunduk malu

Menurut Joko persoalan tersebut tak selesai hanya dengan permintaan maaf. Rumah tangganya terlanjur terkoyak. Terlebih perbuatan itu dilakukan disaat istri Edy sedang mengandung. Joko menilai perbuatan kepala desa itu sebagai perbuatan keji dan tidak manusiawi.

Selain membawa tiga orang temannya untuk melabrak Edy, Joko juga membawa Tata yang diselingkuhi Edy.  Lantaran hanya mendengar kata maaf dari mulut Edy, Joko pun menyerahkan istrinya untuk dijadikan istri kedua Pak Kades Mlokomanis Wetan itu. “Silahkan kalau mau  jadikan istri kedua?” tandas Joko. Namun Pak Kades tidak bisa menjawab tegas. “Aku rung iso njawab,” katanya.

Sementara itu, melihat pria idaman lainnya itu tidak bersikap tegas Tata  yang semula tertunduk malu lantas angkat bicara bicara. Ia merasa di permainkan, padahal Edy telah menghembuskan harapan harapan manis padanya. Ia menilai Edy hanya berniat menghancurkan mahligai perkawinan yang sejak tahun 2006 lalu dibangunnya bersama Joko.  “Saya tidak sudi menjadi istri Edi. Omongane mencla mencel, ora kene iso dicekel, tegasnya.

Arief Setiyanto