JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Sepekan, 300 Orang Tewas saat Menyeberangi Laut Tengah

Sepekan, 300 Orang Tewas saat Menyeberangi Laut Tengah

203
BAGIKAN

 

ilustrasi
ilustrasi

ROMA – Lebih dari 300 orang mungkin tewas pekan ini setelah mencoba mencapai Italia dari Libya dengan menggunakan empat kapal berbeda di tengah badai. Demikian diutarakan badan pengungsi PBB (UNHCR), Rabu (11/2/2015), setelah berbicara dengan beberapa orang yang selamat.

Peningkatan tajam jumlah imigran tewas ketika mencoba menyeberangi Laut Tengah telah memunculkan kembali kritikan pada keputusan Italia tahun lalu untuk mengakhiri misi pencarian dan penyelamatan skala penuh, yang dikenal sebagai Mare Nostrum, untuk menghemat biaya, lapor Reuters.

Mare Nostrum digantikan oleh misi kontrol perbatasan Uni Eropa yang disebut Triton, yang menggunakan lebih sedikit kapal dan memiliki wilayah operasi yang jauh lebih sempit. Di antara insiden terbaru terkait imigran adalah penyelamatan sembilan pelintas oleh sebuah kapal tunda Italia dari dua perahu imigran, Senin (9/2/2015). mereka dibawa ke Pulau Lampedusa Italia, Rabu. Lebih dari 200 orang yang lain masih belum ditemukan.

“Kedua kapal itu merupakan bagian dari armada empat kapal yang meninggalkan pantai di dekat ibukota Libya, Tripoli, pada Sabtu,” kata Charlotta Sami, juru bicara Komisi Tinggi Perserikatan Bangsa Bangsa untuk Pengungsi (UNHCR) di Italia.

Sebuah perahu ketiga, membawa sekitar 100 imigran, masih hilang. Penjaga pantai Italia menyelamatkan 105 orang pada Minggu dari perahu keempat. Kondisi laut sangat ekstrem, dengan gelombang setinggi delapan meter (26 kaki) dan suhu hanya beberapa derajat di atas nol. Dua puluh sembilan imigran tewas karena hipotermia saat penjaga pantai membutuhkan waktu 18 jam untuk dapat mengangkut mereka ke Italia.

UNHCR mencatat lebih dari 300 imigran diperkirakan ada di empat kapal yang hilang, hampir 30 kali lebih banyak korban tewas sejak awal 2015 dibandingkan periode yang sama tahun lalu, ketika misi Mare Nostrum masih berlangsung. “Ini adalah tragedi dalam skala besar dan pengingat bahwa lebih banyak nyawa bisa hilang jika upaya keselamatan mereka tergantung pada belas kasihan dari laut,” kata Vincent Cochetel, Direktur Biro Eropa UNHCR, dalam sebuah pernyataan.

Pada Selasa (10/2/2015), Menteri Dalam Negeri Italia Angelino Alfano mengimbau untuk sebuah reaksi Eropa yang “lebih kuat” guna mengatasi krisis itu.

Antara