JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Sewa Tanah Tiga Pasar di Solo, Pemkot dan PT KAI Belum Sepakat

Sewa Tanah Tiga Pasar di Solo, Pemkot dan PT KAI Belum Sepakat

249
BAGIKAN
Ilustrasi: Maksum Nur Fauzan
Ilustrasi: Maksum Nur Fauzan

SOLO – Pemkot Solo maupun PT Kereta Api Persero (KAI) sama-sama ngotot mempertahankan besaran sewa lahan tiga pasar yang berdiri diatas lahan milik PT KAI. Pemkot berharap ada keringanan, sementara PT KAI tetap mematok besaran Rp425 juta. Karena tidak adanya kesepakatan itulah, Pemkot memilih menunda pembayaran uang sewa tiga pasar tradisional yakni Pasar Jebres, Sangkrah dan Sidomulyo (Balapan).

Kepala Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Kota Solo Subagiyo kepada Joglosemar, akhir pekan lalu mengatakan, sampai saat ini belum ada pertemuan lanjutan dengan pihak PT KAI guna membahas masalah tersebut. Bahkan, surat permohonan dari Pemkot Solo pun belum mendapatkan tanggapan dari PT KAI. “Belum ada lagi (pertemuan), kita juga sudah melayangkan surat permohonan (keringanan) itu, tetapi belum ada tanggapan,” terang Subagiyo.

Subagiyo menegaskan, Pemkot tidak akan mengubah besaran uang sewa yang akan dibayarkan yakni sebesar Rp 120 juta. Jumlah ini dinilai Pemkot sudah sesuai untuk sewa tiga lahan tersebut. Mengingat, selama ini operasinal tiga pasar tradisional yang ada dilahan PT KAI itu tidak terfokus pada pendapatan. Melainkan, untuk tetap melestarikan keberadaan pasar tradisional serta memberikan ruang kepada para pedagang agar tetap bisa berjualan.

Pemkot, lanjut dia, mengaku tidak sanggup membayar jika PT KAI tetap menarik sewa Rp425 juta. Selanjutnya sebelum ada kesepakatan, pemkot memilih untuk menunda pembayaran.

Ari Purnomo