JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Shelter BST Dekat Pintu Kantor Kecamatan Serengan Dikeluhkan

Shelter BST Dekat Pintu Kantor Kecamatan Serengan Dikeluhkan

239
BAGIKAN
Shelter BST di dekat pintu gerbang kantor Kecamatan Serengan | Ari Welianto
Shelter BST di dekat pintu gerbang kantor Kecamatan Serengan | Ari Welianto

SERENGAN- Keberadaan shelter Batik Solo Trans (BST) di depan Kantor Kecamatan Serengan dikeluhkan masyarakat khususnya pengunjung kecamatan. Karena lokasinya terlalu dekat dengan pintu masuk kantor kecamatan, sehingga pengunjung yang ingin keluar dan menuju kearah timur merasa terganggu yang pandangan terhalang shelter.

“Shelter yang didepan ini sangat menganggu sekali, lokasinya itu sangat dekat dengan pintu masuk. Jadi pandangannya itu terhalang saat keluar mau menuju ke arah timur,” ujar Warga Kampung Makam Bergolo, Serengan, Waluyo, Rabu (25/2/2015).

Menurutnya, pemasangan shelter ini sudah cukup lama sejak munculnya BST dan tidak tahu kenapa dipasang dekat dengan pintu masuk. Memang belum ada kejadian tabrakan tapi sangat menganggu, masyarakat yang mau keluar pun harus hati-hati harus menengok setelah melewati shelter saat mau belok ke arah timur. Untungnya ada Linmas yang sering berjaga disitu untuk ikut membantu menyeberangkan masayarakat setelah datang ke kecamatan.

“Itu sudah lama tapi pasnya kapan saya tidak tahu, saya kalau keluar juga hati-hati. Belum pernah ada kejadian, memang kendaraan dari arah timur pasti melaju cepat kan jalan Veteran ini merupakan jalur cepat,” katanya.

Memang disini itu ada dua pintu masuk sebelah timur dan barat namun hanya satu pintu saja yang sering dipakai yaitu sebelah timur. Kalau pun dipakai jika ada kegiatan-kegiatan tertentu saja. “Ada dua pintu sebenarnya tapi hanya satu pintu saja yang dipakai. Kalau bisa digeser, biar pandangan masyarakat tidak teranggu,”sambungnya.

Sementara itu Anggota Linmas Kecamatan Serengan, Parjianto menyatakan memang keberadaan shelter ini cukup menganggu masyarakat. Cukup bahaya kalau mau menyebarang, karena pandagannya ke arah timur terhalang shelter. “Memang menganggu itu dan seharusnya digeser. Ini biar pandangannya ke arah timur itu luas tidak terhalang,” imbuhnya.

Parjianto menambahkan, tiap saat ada Linmas yang berjaga disitu untuk menganggu masyarakat yang baru keluar dari kantor kecamatan. “Kalau pas sepi tidak masalah tapi jika pas ramai dan melaju kencang jelas bahaya. Tiap saat selalu dijaga,” pungkasnya.

Ari Welianto