JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Solo Cek Kondisi Sirine Banjir di Wilayah Bengawan Solo

Solo Cek Kondisi Sirine Banjir di Wilayah Bengawan Solo

309
BAGIKAN
Warga berkeliling melihat kondisi rumah tergenang banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo, Jumat (20/02/2015) di Pucang Sawit Jebres Solo. Untuk sementara warga mengungsi ketempat lebih aman, luapan air Sungai Bengawan Solo mulai masuk kawasan penduduk Jumat dini hari dengan ketinggian mencapai paha orang dewasa. Foto: Joglosemar/Maksum N F
Warga berkeliling melihat kondisi rumah tergenang banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo, Jumat (20/02/2015) di Pucang Sawit Jebres Solo. Foto: Joglosemar/Maksum N F

SOLO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo berencana menemui pejabat Perum Jasa Tirta (PJT) guna memastikan kondisi sirine banjir. Pasalnya warga bantaran Sungai Bengawan Solo mengklaim sirine tersebut tidak berfungsi saat banjir besar datang beberapa hari yang lalu.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Gatot Sutanto kepada Joglosemar, Senin (23/2/2015) mengungkapkan, keberadaan sirine atau alarm pemberitahu banjir itu sangat berguna bagi warga, terutama mereka yang masih tinggal di dalam area rawan banjir yakni bantaran Sungai Bengawan Solo. Dengan adanya alarm tersebut, warga bisa mengetahui posisi air yang mengancam pemukiman warga. Sehingga, mereka bisa bersiap-siap untuk mengamankan barang-barang miliknya, termasuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Maka dari itu, BPBD berharap keberadaan sirine itu harus baik. Karena jika tidak, kejadiannya akan seperti kemarin. Para warga tidak bisa bersiap-siap saat banjir tiba-tiba memasuki rumah warga. Karena, panik warga hanya menyelamatkan barang-barang yang sekiranya bisa diselamatkan.

Pengecekan kondisi sirine banjir ini diharapkan dilakukan secepatnya. Agar, saat banjir kembali datang, alarm sudah berfungsi kembali. “Nanti kita cek apakah memang rusak, atau tersumbat sampah atau gimana. Yang pasti harapannya agar sirine itu bisa berfungsi normal kembali,” kata Gatot.

Sementara itu, petugas Pengawas Tinggi Muka Air (TMA) PJT I Suharyanto mengatakan, kondisi sirine banjir tidak mengalami kerusakan. Hanya saja, suara sirine memang distel saat kondisi air masuk dalam siaga kuning. Sementara, banjir yang kemarin melanda permukiman warga diperkirakan air baru masuk siaga hijau, sehingga alarm tidak berbunyi.

Ari Purnomo