JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Sopir Istri Bupati Sragen yang Lindas Balita : Mobil Tiba-tiba Nggronjal

Sopir Istri Bupati Sragen yang Lindas Balita : Mobil Tiba-tiba Nggronjal

738
BAGIKAN

 

Ilustrasi: dok Soloblitz
Ilustrasi: dok Soloblitz

SRAGEN – Pihak Polres Sragen menyatakan belum menetapkan tersangka terhadap Munawar (33) pengemudi mobil dinas operasional istri Bupati Sragen AD 17 E yang menabrak balita Azalia Faiz Andri Calista (2,5) hingga tewas, Jumat (13/2) siang. Sementara hingga Sabtu (14/2/2015) kemarin Munawar masih diperiksa di Mapolres. 

Kapolres Sragen, AKBP Dwi Tunggal Jaladri melalui Kasat Lantas AKP Davis Busin Siswara. Ia mengatakan sejauh ini pihaknya belum bisa menetapkan tersangka dalam kasus itu. Pasalnya, hingga kemarin penyidik belum bisa menghadirkan saksi-saksi dari pihak korban karena kondisinya masih syok.

Sehingga, status pengemudi Kijang Innova yang selama ini menjadi kendaraan operasional Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten itu masih sebagai terperiksa. Menurutnya, penetapan status tersangka atau tidak baru bisa diketahui setelah ada keterangan dari saksi-saksi pihak korban.

“Sementara ini status pengemudi masih sebagai terperiksa. Kami masih menunggu keterangan saksi dari pihak kerabat dulu. Hari ini saksi dari ibu korban dan pembantunya belum memungkinkan dimintai keterangan karena kondisi mereka masih syok,” ujar AKP Davis, kemarin.

Jika kondisi saksi-saksi korban sudah bisa diperiksa, menurutnya kemungkinan Senin (16/2) baru bisa menetapkan status pengemudi apakah tersangka atau tidak. Namun ia menegaskan sesuai UU Lalu Lintas, kecelakaan yang menewaskan korban jiwa tetap harus diproses hukum dan perdamaian diantara kedua pihak tetap tidak menggugurkan penanganan kasus hukumnya.

“Kita normatif dan sesuai prosedur saja. Meskipun ada perdamaian, bukan berarti proses hukum akan berhenti. Pengemudi juga masih kami tahan untuk kepentingan pemeriksaan,” jelasnya.

Begitu pula, mobil dinas yang digunakan untuk menabrak juga masih diamankan di Mapolres sebagai barang bukti.

Sementara, Munawar yang ditemui Joglosemar di Polres, mengaku sudah menyampaikan permintaan maaf dan ungkapan dukacita lewat perwakilannya kepada pihak korban. Soal proses hukum yang bakal dijalaninya, sopir dinas yang masih berstatus honorer itu mengaku pasrah.

Namun ia mengatakan jika insiden itu sama sekali di luar kesengajaannya dan ia mengaku tidak menyadari jika saat mobil hendak melaju, ternyata ada korban yang berada di dekat roda depan.

“Saya nggak tahu datangnya (korban) dari arah mana karena mobil berhenti hanya untuk menurunkan Bu Cahyo (nenek korban) dan mesin memang dalam kondisi tetap hidup karena mau jalan lagi. Saya juga nggak melihat ada korban, tahu-tahu terasanya pas mau jalan kok tiba-tiba nggronjal,” urainya yang kemarin juga terlihat masih syok.

Di sisi lain, hingga kemarin pihak kerabat belum ada yang bisa dimintai keterangan terkait kejadian itu. Kondisi orangtua, pembantu dan nenek korban diduga masih terpukul atas insiden yang merenggut nyawa balita mungil tersebut.

Seperti diberitakan, mobil dinas milik Pemkab Sragen AD 17 E , terlibat kecelakaan di gang Jalan Nusa Indah Kampung Bangunsari RT 5/14, Sragen Kulon, tepatnya di depan rumah dokter Cahyo Utomo Jumat (13/2) siang pukul 11.45 WIB. Mobil dinas yang dikemudikan oleh Munawar (33) itu menabrak seorang bocah berusia 2,5 tahun,  Azalia Faiz Andri Calista, yang tak lain adalah cucu dari dokter Cahyo Utomo.

Putri sulung pasangan Andri (30)-Utami (28) itu tewas sesaat setelah sampai di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sragen. Ketika mobil berhenti di depan rumah dokter Cahyo, korban yang siang itu habis makan dan akan diminumi obat oleh ibunya, diketahui mendadak lari ke arah mobil untuk menjemput neneknya.

Nahas, korban yang masih kecil itu lari ke arah depan mobil dan entah berniat sembunyi atau memang terbentur mobil, tubuh bocah itu kemudian diketahui sudah berada di bawah roda depan. Setelah neneknya turun, sopir berniat melanjutkan perjalanan sehingga tubuh bocah itu langsung terlindas hingga mengalami luka parah dan meninggal di RSUD Sragen.

Wardoyo